Your Ad Here

5 Kemampuan Hebat Bayi

Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi.

5 Layanan Berbagi Foto

Jakarta - Layanan-layanan berbagi foto jumlahnya sangat banyak. Tentunya hal ini membuat para pecinta foto makin dimanjakan.

Pak Polisi Pembalap

Jakarta - Sebagai aparat kepolisian Bripda Eko Yulianto (23) tak berhenti memodifikasi mobil

Itali Bungkam Kritik di EURO

Krakow - Italia datang ke Piala Eropa 2012 dengan modal yang tak begitu bagus setelah menelan kekalahan di laga ujicoba.

Wayang Suket Diburu Kolektor Asing

Jakarta - Produk kerajinan Wayang Suket atau Wayang Rumput asal Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, banyak diburu

Monday, March 18, 2019

Kartu Sakti Sandiaga Uno Cuma 1


"Kita memiliki kartu, yakni kartu tanda penduduk, kartu kita sudah canggih, ini memiliki teknologi dengan big data, single identity number. Semua fasilitas ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, semua ada di sini. PKH kita tambah PKH Plus di dalam program yang hanya membutuhkan KTP ini," pamer Sandiaga.

Beberapa hari yang lalu, saya membuka rekening untuk keperluan tabungan haji di salah satu bank. Ketika memverifikasi data nama ibu kandung, petugas bank mengatakan ada ketidakcocokan.

"Maaf pak, nama ibu kandungnya dicocokkan sesuai data Disdukcapil ya," kata petugas bank pada saya.

"Maksudnya bagaimana, Mbak?" tanya saya tidak mengerti. Setahu saya, nama ibu kandung saya ya sudah sesuai dengan yang saya tuliskan di formulir data nasabah.

"Ini ada huruf J di depan huruf Y, jadi data di formulir saya cocokkan dengan data di Disdukcapil ya, Pak," kata petugas bank menjelaskan.

Saya lantas mengiyakan saja karena bagaimanapun juga, data yang ada di Disdukcapil menjadi pedoman database dari bank yang bersangkutan.

Apa yang saya alami tersebut lantas membuat saya berpikir dan mengangguk setuju manakala mendengar pernyataan penutup dari cawapres Sandiaga Uno dalam debat cawapres Minggu, 18 Maret 2019. Bukan karena saya berdiri dan memihak pasangan calon Prabowo-Sandi, tapi saya melihat apa yang disampaikan Sandiaga tersebut secara logis memang tepat.

Dalam closing statement-nya, Sandi mengatakan, "Mari ibu-ibu buka dompet masing-masing. Ada satu kartu, yaitu KTP kita yang sudah memiliki chip dan memiliki data besar bangsa ini. Tidak perlu ada kartu-kartu lain. Cukup satu kartu ini untuk mengakses seluruh fasilitas yang menjadi hak warganya dan akan jauh lebih efisien.

(Seketika seluruh pendukung paslon 02 berdiri dan keluarkan KTP).

Usai acara debat, kepada pers Sandiaga mengatakan banyaknya kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menjadi beban anggaran negara. Karena itu, dia ingin menjadikan KTP elektronik sebagai kartu yang dapat menjadi akses ke berbagai program pemerintah.

"Pasti ada birokrasi, ada biaya, ada beban negara menghabiskan triliunan (rupiah). KTP elektronik kan ada chip, ada digital economy yang di belakang KTP kita. Kita akan gunakan KTP tersebut sebagai konsolidator program pemerintah. Jadi belum cukup membawa kartu tersebut ke fasilitas pemerintah untuk mendapat layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan," ujar dia.

Menanggapi kritik dan solusi yang ditawarkan Sandi, Ma'ruf Amin menegaskan e-KTP yang ada saat ini belum bisa digunakan untuk merespons berbagai masalah, seperti kesehatan hingga Kartu Pra-Kerja.

"Saya kira selama ini KTP belum bisa dimainkan untuk respons seluruh masalah. Maka kita pakai kartu perseorangan supaya lebih mudah. Apabila nanti sudah saatnya tidak perlu pakai kartu, pakai HP saja. Kalau masyarakat sudah siap budayanya, kita lihat," kata Ma'ruf seusai debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Mengingat pengalaman saya, di mana petugas bank bisa mengakses dan mencocokkan data nasabah dengan database dari Disdukcapil, apa yang ditawarkan Sandi seyogyanya bisa terwujud. KTP kita bisa dijadikan basis data untuk semua layanan dan kebutuhan sosial masyarakat.

Bila Ma'ruf Amin menegaskan eKTP yang ada saat ini masih belum bisa digunakan untuk merespon semua masalah, itu karena pemerintah kita belum memaksimalkan potensi database yang ada. Kalau institusi seperti bank saja bisa mengakses dan mengintegrasikan database nasabah mereka dengan data dari Disdukcapil, mengapa pemerintah yang notabene memegang master datanya malah tidak bisa?

Sesuai saran Sandi, eKTP bisa dijadikan basis data terpadu. Dengan begitu, pemerintah semestinya tidak perlu mencetak banyak kartu-kartu yang stand alone, yang berdiri sendiri padahal hakikatnya database kartu tersebut sama.

Sebagaimana yang dikatakan Sandi, mencetak kartu baru berarti ada anggaran baru. Ada beban biaya yang harus ditanggung APBN, mulai dari biaya pencetakan hingga pemeliharaan data. Biaya-biaya tersebut tak seharusnya dikeluarkan apabila pemerintah bisa mengoptimalkan database yang sudah dimiliki Disdukcapil dalam chip eKTP.

Tinggal bagaimana caranya Prabowo-Sandi, apabila kelak terpilih bisa mengintegrasikan dan mewujudkan database pada eKTP menjadi sumber daya besar. Menjadi basis data terpadu untuk merespon semua kebutuhan layanan sosial masyarakat Indonesia. Tanpa harus mencetak beragam kartu baru.

Sumber : Kompasiana.com

Saturday, March 9, 2019

Zul Zivilia Terancam Hukuman Mati


Pihak kepolisian menyatakan bahwa vokalis grup band Zivilia, Zulkifli atau Zul, terancam hukuman mati atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya.

Terlebih barang bukti yang disita dari tangan Zul tak sedikit jumlahnya, yakni sabu seberat 9,5 kilogram, pil ekstasi sebanyak 24.000 butir, dan timbangan elektrik.

"Dengan barang bukti ini, yang bersangkutan (Zul) bersama rekan-rekannya terancam maksimal hukuman mati, minimal 20 tahun, tergantung perannya," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019). 

Menurut Suwondo, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peran Zul tak hanya sebagai pengguna, namun juga merupakan bagian dari jaringan pengedar narkotika. 

Zul pun disangkakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba karena barang bukti narkoba yang disita beratnya melebihi 5 gram.
"Itu untuk memberikan efek jera," kata Suwondo. 

Zul sebelumnya ditangkap di apartemen Gading River View, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (1/3/2019).

Penangkapan Zul dilakukan oleh polisi setelah melakukan pengembangan atas penangkapan sebelumnya terhadap rekan Zul pada 28 Februari 2019 lalu.

Sumber : Kaskus.co.id

Tuesday, March 5, 2019

Macan Muria Masih Ada di Hutan Muria


Kudus – Ternyata di Kawasan hutan gunung Muria masih di ketemukan belasan “macan muria”, macan berjenis macan tutul ini adalah hewan yang menjadi simbol kebanggaan warga Kudus.

Riset dan pengamatan di lakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang akan digunakan sebagai dasar penyelamatan hutan Gunung Muria selama kurang lebih 8 bulan ini, salah satu hasilnya adalah pihaknya berhasil mendapatkan gambar macan tutul.

Ada sebanyak 13 ekor dalam radius 55 kilometer melalui Kamera pengintai yang dipasang untuk memantau aktifitas hayati di kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Transformation and Sustainibility, YKAN, Ratih Loekito dalam paparannya saat  membahas pelestarian hutan Muria di Command Centre, Selasa (08/03/2019).

”Kami sedang mengadakan riset di hutan Gunung Muria, dan saat ini sudah berlangsung sekitar 30 persen. Penelitian digelar untuk mendapatkan informasi yang komprehensif soal berbagai hal di kawasan tersebut termasuk keanekaragaman hayati di Gunung Muria,” katanya.

Sampai saat ini kalau bicara di sana kondisinya masih relatif bagus. Tapi tidak bisa menutup mata dengan kondisi sekarang yang terjadi banyaknya perambahan hutan. Bukan tidak mungkin makin lama kondisinya akan makin jelek.

“ Selain macan tutul sejumlah hewan lain yang tertangkap kamera pengintai kami  yakni rusa, babi hutan, dan ayam hutan,” terangnya.


Dalam kajian yang dilakukan, sedianya pihaknya juga menemukan spesies yang ditengarai baru sebagai penghuni hutan Muria.

Namun, pihaknya masih belum berkenan untuk mempublikasi lantaran saat ini pihaknya masih koordinasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Diakuinya keanekaragaman hayati di kawasan gunung Muria masih terjaga, namun, selama kurun waktu 1990-2014 tutupan hutan mengalami perubahan dan diyakini sebagian di antaranya berdampak terhadap kerusakan hutan.

“Dari hasil penelitian besar yang dilakukannya, secara umum kondisi hutan masih bagus, melalui data yang tersaji, diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang tepat untuk menyeimbangkan produksi dan konservasi " ujarnya.

Paparan yang membahas tentang konservasi hutan Muria itu juga di hadiri Bupati Kudus i HM Tamzil, Sekda Sam’ani Intakoris, Vice President Director PT Djarum FX Supanji, dan perwakilan Perhutani Muria-Patiayam, Akademisi dan pengamat lingkungan serta sejumlah pihak yang terkait dengan hutan Muria.


Vice President Director PT Djarum FX Supanji usai pemaparan kepada sejumlah awak media menjelaskan, pihaknya menggandeng YKAN untuk menggelar riset hutan Muria dengan tujuannya, supaya digelar upaya sinergis dan komprehensif untuk pelestarian hutan Muria. ”Bila kita baik kepada alam, alam akan berlaku baik pula kepada kita,” terangnya.

Sementara itu, Bupati HM Tamzil mengapresiasi peran stake holder dalam penyelamatan hutan Muria.

Dia mengumpulkan sejumlah pihak terkait untuk menentukan kapan, di mana, siapa, dan apa yang dilakukan untuk kelestarian Muria. ”Muria sangat penting untuk Kudus dan sekitarnya,” paparnya. 

Sumber : Isknews.com