BALIKPAPAN- Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat secara mendadak melakukan tes narkoba kepada anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) dan pejabat eksekutif Pemerintah Kota Balikpapan.
Sebanyak 35 Anggota DPRD Balikpapan dan 62 orang dari Muspida dites mendadak setelah mengikuti Paripurna DPRD kota yang mengagendakan pandangan akhir fraksi-fraksi mengenai Raperda pembentukan tujuh kelurahan baru.
Tes narkoba kali ini tidak dilakukan melalui tes urin melainkan dengan mengambil contoh rambut atau bulu. Tes ini dilakukan oleh lima tim dokter dan dipimpin langsung oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Brigjen (Purn) Pol Aidy Rawas.
"Ini kali pertama kita lakukan tes narkoba dengan mengambil rambut atau bulu di level pejabat di Indonesia. Alatnya tes ini datang ke Indonesia akhir 2011 lalu jadi belum ada test sebelumnya ditingkat pejabat," terang Aidy Rawas, di sela-sela test narkoba, Senin (21/5/2012).
Tes dengan mengambil contoh rambut atau bulu, kata Aidy, tingkat akurasinya lebih tinggi dibandingkan tes urine. Akurasi bisa mencapai angka 90 persen. "Tapi memang agak mahal dibandingkan tes urine. Waktu juga lebih cepat. Tapi kalau tes urine mungkin lebih mudah terjadi pengelabuan," jelasnya.
Aidy mengatakan tes narkoba merupakan respons dari BNN terhadap keinginan dari ketua DPRD kota yang meminta dilakukan test narkoba. "Kita baca di internet bahwa ketua DPRD Balikpapan siap dilakukan tes urin. Ini langsung kita respons," ujarnya.
Hasil tes diperkirakan tidak lebih dari satu bulan. "Hasilnya kami sampaikan ke Ketua BNK dan ketua DPRD," ujarnya.
Tes ini, kata Aidy, tidak lepas dari posisi Kalimantan Timur yang kini menempati urutan ke tiga setelah Jakarta dan Kepulauan Riau dalam hal prevelensi pengguna narkoba di Indonesia. "Pengguna narkoba di Kaltim sekarang 3,1 persen dari jumlah penduduk. Alasan lain karena ada temuan heroin 5,2 kilogram," katanya.
Tes dilakukan dengan membagi dua kelompok yakni kelompok legislatif dilakukan di ruang rapat gabungan DPRD Kota, sedangkan kelompok eskekutif dilakukan di ruang rapat Paripurna DPRD. Peserta tes dipanggil per sepuluh orang dan dilakukan pengambilan sampel rambut atau bulu tangan, dan kaki.
Sumber : okezone.com







0 comments:
Post a Comment