JAKARTA — Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat menyerahkan video pembanding kepada pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat untuk kepentingan analisis video porno yang diduga melibatkan anggota Dewan berinisial KMN.
Ketua BK M Prakosa mengatakan, video pembanding itu berupa rekaman aktivitas KMN di DPR. Video pembanding itu, kata dia, akan dipakai untuk analisis supaya bisa memastikan bahwa perempuan yang ada di dalam video porno itu adalah KMN.
Sebenarnya, lanjut Prakosa, Abimanyu sudah menganalisis dengan membandingkan video asusila yang beredar dengan video aktivitas KMN. Namun, kualitas gambar pembanding itu kurang bagus. Hasilnya, kata dia, Abimanyu belum bisa memastikan perempuan itu KMN atau hanya tingkat kemiripannya tinggi.
Namun, Abimanyu memastikan bahwa video itu bukan rekayasa. Menurut Prakosa, pihaknya tidak bisa memakai dasar hanya dengan kemiripan. "Jadi, tidak bisa kita katakan mirip 80 persen. Harus 100 persen. Jadi dia (Abimanyu) minta video pembanding yang jelas. Sudah kita serahkan," kata Prakosa di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Untuk lebih menguatkan, kata Prakosa, pihaknya kembali meminta analisis dari satu pakar telematika lagi. Sebelumnya, selain Abimanyu, BK sudah menerima hasil analisis pakar telematika Ruby Alamsyah. Namun, Ruby tak bisa memastikan perempuan itu KMN lantaran kualitas video kurang baik.
"Supaya yakin sekali, kita sepakati mengundang satu lagi untuk meyakinkan. Kemungkinan pekan depan kita undang ahli itu. Setelah itu baru bisa kita putuskan apakah akan memanggil yang bersangkutan (KMN) atau tidak," pungkas politisi PDI Perjuangan itu.
Sumber : KOMPAS.com







0 comments:
Post a Comment