Your Ad Here

Friday, May 25, 2012

Elpiji Bersubsidi Langka Diduga karena Dioplos

Elpiji Bersubsidi Langka Diduga karena Dioplos
Jakarta:PT Pertamina (Persero) menduga kelangkaan elpiji bersubsidi disebabkan oleh adanya penyalahgunaan. Kemungkinan itu didasarkan pada data penyaluran selama kuartal pertama di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat yang sudah melewati 22 persen dari proyeksi. "Kami belum bisa memastikan di mana penyalahgunaannya,” kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta, Kamis 24 Mei 2012.

Dia menjelaskan, penyalahgunaan tersebut biasanya dengan mengoplos elpiji bersubsidi ke elpiji kemasan 12 kilogram. Agar modus oplosan ini tak berlarut-larut, Pertamina akan menerapkan kartu kendali untuk pengguna elpiji kemasan 3 kilogram.

Selama kuartal pertama 2012, penyaluran elpiji bersubsidi mencapai 1,23 juta metrik ton. Jumlah ini 4,9 persen di atas proyeksi penyaluran sebanyak 1,17 juta metrik ton. Melihat tren ini, kata Hanung, konsumsi elpiji bersubsidi diperkirakan mencapai 3,75 juta metrik ton pada 2012. Jumlah tersebut 3,9 persen di atas kuota yang ditetapkan sebanyak 3,61 juta metrik ton pada tahun ini.

Hanung menambahkan, pihaknya sudah menambah pasokan untuk beberapa daerah di Jawa Barat. Tambahan itu sebesar 2.000 metrik ton per hari atau 25 persen dari kebutuhan. "Ini untuk penyelesaian kekosongan di beberapa daerah di Jawa Barat.”

Akibat tersendatnya pasokan, kalangan di Besuki, Jawa Timur, malah menaikkan harga elpiji bersubsidi dari agen ke pangkalan. Harga dari pangkalan kecil naik Rp 11.800 menjadi Rp 12.500 per tabung, dan dari pangkalan besar naik dari Rp 11.750 menjadi Rp 12.350 per tabung.

Ketua Hiswana Migas Besuki, Benny Satrya, mengatakan kenaikan harga karena Pertamina mengurangi jatah elpiji 3 kilogram 5-9 persen per agen. Kenaikan itu untuk menutupi biaya operasional.

Kenaikan harga elpiji bersubsidi di beberapa wilayah juga melonjak akibat kelangkaan. Di Garut, elpiji kemasan 3 kilogram dijual Rp 18.000 atau melebihi harga eceran tertinggi Rp 13.000-14.000 per tabung. Kondisi yang sama juga terjadi Cirebon. Di wilayah ini elpiji dibanderol Rp 17.000 per tabung.

Sumber : TEMPO.CO

0 comments:

Post a Comment