Your Ad Here

Friday, May 25, 2012

Rupiah Terpuruk, Indeks Terjun Bebas 82 Poin

Indeks Terjun Bebas 82 Poin
Jakarta - Tekanan jual investor akibat terpuruknya rupiah hingga menembus ke level 9.500 per dolar Amerika Serikat (AS) menyebabkan indeks sempat terjun bebas hampir 100 poin ke level 3.885.

Hengkangnya investor asing dari bursa dengan catatan penjualan bersih lebih dari Rp 966 miliar turut menekan indeks hingga sempat berada di bawah level 3.900.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini ditutup turun 82,362 poin (2,07 persen) menjadi 3.902,50. Saham-saham sektor industri dasar, perbankan, konstruksi, dan infrastruktur yang turun lebih dari 2 persen menjadi pendorong utama kejatuhan indeks.

Analis dari Panin Sekuritas, Purwoko, mengatakan turunnya harga saham dipengaruhi oleh melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS. “Melemahnya rupiah mmebuat kepanikan di kalangan investor dan menyebabkan tekanan untuk menjual saham,” ujar Purwoko.

Meskipun sudah ada pernyataan dari pejabat Bank Sentral untuk menyelamatkan rupiah, kata Purwoko, itu belum cukup ampuh meredakan kepercayaan investor. Pasalnya, krisis Eropa belum mereda.

Dari sektoral, meskipun masih fluktuatif, melemahnya harga saham sektor industri dasar, perbankan, konstruksi, dan infrastruktur dapat diwaspadai sebagai gejala penurunan aktivitas perekonomian domestik.

Purwoko memperkirakan, selama seminggu ke depan pergerakan indeks masih fluktuatif dengan kecenderungan menurun. “Potensi untuk rebound tetap ada, tetapi selanjutnya cenderung menurun.”




Saham yang berpindah tangan mencapai 7,11 miliar lembar senilai Rp 4,87 triliun dengan frekuensi 116,6 ribu kali transaksi. Harga 43 saham tercatat naik, 226 saham turun, serta 52 saham lainnya tidak berubah.

Saham yang menekan indeks antara lain: Bank Danamon (BDMN) yang turun 6,3 persen menjadi Rp 5.200, United Tractor (UNTR) turun 5,3 persen ke Rp 23.900, dan Alam Sutera (ASRI) turun 5,2 persen menjadi Rp 550 per lembar.

Selain itu, Indocement (INTP) turun 4,7 persen menjadi Rp 17.200 , Kawasan Industri Jababeka (KIJA) turun 4,5 persen menjadi Rp 210, dan Delta Dunia (DOID) turun 4,3 persen menjadi Rp 445 per lembar saham.

Transaksi terbesar terjadi pada Astra Internasional (ASII) dengan nilai transaksi Rp 671 miliar. Yang kedua Bank BRI (BBRI) dengan nilai transaksi Rp 657 miliar, menyusul saham Bank Mandiri (BMRI) Rp 640 miliar.

Sumber : TEMPO.CO

0 comments:

Post a Comment