Manila - Konser hari pertama Lady Gaga di Manila, Filipina, berjalan lancar dan dinyatakan bebas dari aksi cabul dan penghinaan agama oleh lembaga sensor nasional. Dengan demikian, otoritas Filipina memberi izin kepada pelantun Poker Face ini untuk menggelar konser hari kedua pada malam ini.
Dalam konser hari pertama, Senin (21/5), sejumlah petugas dari lembaga sensor nasional ditempatkan di antara para penonton untuk mengawasi jalannya konser Lady Gaga di Distrik Pasay, Manila. Hasil pengawasan petugas menunjukkan tidak ditemukan pelanggaran terhadap terhadap konten-konten yang dilarang, seperti ketelanjangan, penghinaan agama, dan perilaku cabul, dalam konser tersebut.
"Diakui, bahwa beberapa pernyataan dia dan koreografinya memang sedikit provokatif, tapi konten dan penampilan yang diberikan secara keseluruhan dianggap sebagai bagian dari ekspresi seorang seniman yang dilindungi undang-undang," ujar Wali Kota Pasay City, Antonino Calixto, seperti dilansir oleh AFP, Selasa (22/5/2012).
"Oleh karena itu, pemerintah kota Pasay melihat tidak ada alasan yang mendesak atau alasan hukum lainnya untuk melarang konser hari kedua dilaksanakan," imbuhnya.
Dalam konser hari kedua yang digelar Selasa malam, diperkirakan akan dihadiri sekitar 20 ribu orang, nyaris sama dengan konser hari pertama. Konser ini merupakan rangkaian dari tur dunia Lady Gaga yang diberi judul 'Born This Way Ball'.
Diketahui bahwa konser Lady Gaga di Filipina mendapat protes keras dari kalangan Kristen konservatif karena salah satu lagunya yang berjudul 'Judas' dianggap menghina Yesus. Seorang pemimpin Katolik setempat, Uskup Besar Ramon Arguelles, bahkan menyerukan publik untuk memboikot konser Lady Gaga karena dinilai sarat dengan pemujaan setan.
Menanggapi sejumlah protes tersebut, otoritas Pasay City tempat konser ini digelar, akhirnya membuat kesepakatan dengan menempatkan petugas penyensor di antara para penonton. Mereka akan memonitor kemungkinan pelanggaran hukum dari adanya doktrin-doktrin amoral, publikasi cabul dan pertunjukan yang tidak senonoh dari show penyanyi tersebut. Disepakati juga, bahwa Wali Kota Pasay City bisa membatalkan konser di hari Selasa (22/5) jika para petugas menemukan show pada Senin (21/5) malam, menunjukkan aksi tak senonoh ataupun aksi-aksi yang bisa menyinggung umat beragama.







0 comments:
Post a Comment