Sebanyak 158 siswa SMA PGRI Bulukumba terpaksa menumpang di gedung milik SMA Negri 1 Bulukumba, yang terletak di jalan Bung Tomo No. 28, untuk melaksanakan Ujian Nasional yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis.
"Para siswa ini terpaksa menumpang dikarenakan sekolah yang selama ini diandalkan sebagai tempat menimba ilmu, disegel oleh keluarga almarhum Dahlan Muhammad Gauf yang merupakan mantan kepala sekolah pertama di era tahun 1980 hingga 1998," kata kepala sekolah SMA PGRI Bulukumba, Andi Batari kepada Kompas.com, Kamis (19/04/2012) siang.
Batari menjelaskan, penyegelan yang dilakukan pihak keluarga Dahlan sudah berlangsung 11 bulan lalu. "Karena pihak pemkab sudah tidak mampu menangani kasus ini, pihak yayasan menunggu putusan kasasi dari MA. Alasan kita mengalah meninggalkan gedung sekolah dikarenakan untuk menghindari benturan fisik antara orang tua murid yang emosi karena merasa sekolah anak mereka terganggu dengan warga yang menyegel lahan," jelasnya.
Kendati siswanya menumpang di SMA Negeri 1 Bulukumba, Batari tetap optimis dan yakin jika 158 anak didiknya yang saat ini mengikuti ujian akan lulus tahun ini. Agar siswanya tidak ketinggalan mata pelajaran akibat sekolah mereka disegel, pihak yayasan terpaksa meminjam sekolah di SD Negeri 3 Kasimpureng.
"Namun dalam pelaksanaan proses belajar mengajar," kata Batari seraya mengaku mengalami kendala di kala para siswa hendak melakukan praktik dikarenakan keterbatasan ruangan yang selama ini hanya menumpang di sekolah dasar.
Mencuatnya kasus sengketa tanah setelah Dahlan meninggal dunia dan anak-anak almarhum datang mengklaim jika lahan yang dibanguni gedung sekolah itu adalah milik mereka, sementara pihak yayasan memiliki kelengkapan surat-surat atas kepemilikan lahan mereka.
Sumber : Kompas.com







0 comments:
Post a Comment