Your Ad Here

Sunday, May 27, 2012

Garuda akan Seragamkan Armada menjadi Airbus 330-200

Garuda akan Seragamkan Armada menjadi Airbus 330-200
SURABAYA - Antisipasi melambungnya load factor akhir tahun untuk destinasi Hongkong, Garuda Indonesia berencana mengganti armada dari Boeing 737-800NG ke Airbus 330-200 keseluruhan.

General Manager PT Garuda Indonesia Tbk Area Hongkong dan Macau Riza Perdana Kusuma mengatakan, saat ini untuk destinasi Hongkong ada dua keberangkatan yakni dari Jakarta - Hongkong (2x) per hari dan Denpasar - Hongkong (1x) per hari.

"Armada yang dipaki untuk terbang dari Jakarta - Hongkong yang sore hari masih pakai Boeing 737-800NG yang berkapasitas 192 penumpang (12 kelas bisnis, 180 kelas ekonomi)," katanya usai mengisi Seminar Berprestasi bersama Garuda Indonesia di Gramedia Expo, Sabtu (26/5/2012).

Rencananya, akan diganti Airbus 330-200 armada yang dipaki untuk menerbang rute Jakarta - Hongkong (pagi) dan yang Denpasar - Hongkong.

"Rencananya triwulan IV/2012 semua armada menjadi Airbus 330-200 yang memiliki kapasitas 222 penumpang (32 kelas bisnis, 190 kelas ekonomi)," imbuh pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai GM Garuda Indonesia Tokyo selama 2,5 tahun ini.

Menurut Riza, Hongkong masih akan menjadi magnet wisata dan bisnis bagi masyarakat Indonesia.

"Penduduk Hongkong cuma 7 juta orang, GDP mereka 93 persen dari services. Artinya, penduduk yang kecil dan minim sumber daya alam namun hi-tech memberi peluang negara lain untuk masuk. Apalagi belanja barang disana tidak dikenai pajak jadi lebih murah," akunya.

Faktor lain, lokasi Hongkong yang strategis menjadi penghubung ke wilayah lain di sekitar China menjadikan Hongkong jujugan favorit.

Saat ini tarif penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta - Hongkong sekitar Rp 4 juta (PP kelas ekonomi) dan Rp 7-8 juta (PP untuk kelas bisnis), sementara Denpasar - Hongkong Rp 3,5-4 juta (ekonomi) dan Rp 7-8 juta (kelas bisnis).

"Tarif itu diluar fuel surcharge (biaya tambahan untuk bahan bakar) yang harganya bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti harga minyak dunia," katanya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

0 comments:

Post a Comment