NUNUKAN- Polisi telah mengantongi identitas pembunuh Didik Santoso, anggota Polisi yang bertugas di Polsek Nunukan.
Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi yang ditemui di lokasi penemuan mayat menyebutkan, pihaknya terus menyelidiki kasus tersebut.
“Kita ada data. Tpai kalau tersangkanya sudah ada, kita enak. Kita sudah punya gambaran,” kata Kapolres, Rabu (9/5/2012).
Kapolres juga belum memastikan jumlah pelaku pembunuhan Didik. Menurutnya, jumlah pelaku tentu tergantung pada hasil penyelidikan.
“Tetapi identitas yang kita curigai sudah ada,” ujarnya.
Kapolres mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih dalam mengenai motif pembunuhan dimaksud.
“Kita akan melihat karakteristik anak ini. Karena anak ini kita lihat belum pernah melakukan sesuatu yang negatif,” ujarnya.
Didik diketahui hilang karena pagi ini tidak masuk kantor. Padahal yang bersangkutan jadwal piket.
“Tadi pagi dia tidak turun, makanya kita cari. Kalau kejadiannya kemarin malam berarti dia tidak dalam tugas. Berarti malam tadi dia tidak piket,” ujarnya.
Untuk mengungkap kasus tersebut, Polisi telah memeriksa pemilik mobil rental di Jalan TVRI, yang diduga digunakan untuk menjemput korban. Mobil tersebut telah ditemukan sejak pukul 10.00 pagi tadi. Selain mobil yang penuh bercak darah, juga ditemukan sangkur yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.
Sementara korban baru ditemukan sekitar pukul 12.00 tadi. Didik ditemukan tewas dengan luka tusukan. Almarhum yang mengenakan baju kaos berwarna orange dan celana jeans biru ditemukan telah menjadi mayat di jalan menuju GOR Nunukan dengan sejumlah luka tusuk dan gorok. Korban ditemukan di rumput-rumput tak jauh dari pinggir jalan. Tak jauh dari lokasi penemuan mayat, ditemukan bercak darah.
“Kalau lukanya tadi teman-teman sudah lihat. Untuk pastinya kita tunggu dulu hasil visun yah,” kata Kapolres .
Sementara sumber tribunkaltim.co.id menyebutkan, Selasa (8/5/2012) malam korban sempat mengendarai sepeda motor di Tanah Merah, Nunukan. Ia kemudian dijemput dengan menggunakan mobil rental avansa biru silver. Saat itu motor korban ditinggalkan di Tanah Merah. Saat itu korban sempat memberitahu teman-temannya, jika ia dijemput Rahmad bin Mansur. Namun tak berapa lama setelah dihubungi, ternyata nomor telepon korban tak lagi aktif. Diduga saat itulah korban telah dihabisi tak jauh dari sekitar lokasi penemuannya.
Rahmad diketahui merupakan warga asal Sulawesi Barat yang diduga pernah melakukan penculikan anak di Nunukan.
Sumber : TRIBUNNEWS.COM








0 comments:
Post a Comment