Your Ad Here

Sunday, May 27, 2012

Investor di Maluku Tenggara Barat Bebas Retribusi

Investor di Maluku Tenggara Barat Bebas Retribusi
Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat membebaskan seluruh jenis retribusi bagi para calon investor demi menarik para pengusaha dan menggerakkan ekonomi daerah.

Sekda Kabupaten Maluku Tenggara Barat Mathias Malaka saat ditemui di Pameran Otonomi di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Sabtu (26/5), mengatakan, langkah itu merupakan bentuk insentif yang diberikan Pemkab Maluku Tenggara Barat.

"Kita belum tahu sampai kapan retribusi bagi para investor ini dibebaskan. Karena saat ini kita ingin para investor masuk terlebih dulu," ujar Sekda Mathias Malaka.

Guna menarik para investor, ia mengatakan Pemkab Maluku Tenggara Barat juga berbenah memperbaiki berbagai infrastruktur, seperti jalan dan jembatan sebagai penunjang mobilitas usaha. Infrastruktur lain yang juga dibenahi yakni lapangan udara perintis yang secara bertahap dikembangkan, baik dari landasan pacu maupun bangunan bandara.

"Pembangunan bandar udara dilakukan bertahap dengan biaya dari pusat (Pemerintah Pusat), saya tidak hafal berapa yang dianggarkan setiap tahunnya karena ini dilakukan dalam lima tahap. Pemerintah Kabupaten menyediakan lahannya," ujar dia.

Ia mengakui akses transportasi masih menjadi ganjalan bagi Kabupaten Maluku Tenggara Barat untuk dapat menarik para investor menanamkan modal di daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan perairan Australia dan Timor Leste tersebut.

"Kalau landasan pacu di bandar udara perintis yang saat ini terus diperpanjang selesai dan dapat didarati pesawat lebih besar, ini sangat membantu perekonomian daerah," ujar dia.

Pada 2013, diharapkan landasan pacu bandara perintis di Saum Laki yang saat ini mencapai 1.200 meter diharapkan sudah bertambah menjadi sekitar 1.700 meter. Dengan demikian perjalanan udara ke Kabupaten Maluku Tenggara Barat dapat menjadi lebih cepat dengan mengurangi transit di beberapa bandara besar di Ambon maupun Makassar.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan salah satu kabupaten kepulauan di Provinsi Maluku, yang secara faktual wilayahnya terdiri atas 170 pulau kecil yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni.

Dengan luas wilayah laut yang mendominasi yakni 80,94 persen dan panjang garis pantai sekitar 1623,27 kilometer (km), serta letaknya yang strategis diantara Laut Banda dan Laut Arafura maka komoditas unggulan utama yang ditawarkan adalah produk kelautan dan perikanan.

Namun, menurut Mathias, komoditas darat yang juga dikembangkan di kabupatennya yakni berbagai jenis kacang-kacangan termasuk kacang mete, juga kopra.

Sumber : Metrotvnews.com

0 comments:

Post a Comment