Your Ad Here

Sunday, May 27, 2012

Javapuccino Rambah Bisnis Kafe Kopi

Javapuccino Rambah Bisnis Kafe Kopi
MEDAN - Javapuccino, salah satu kemitraan warung kopi di Indonesia, berniat naik kelas dengan merambah bisnis kafe kopi.

Sebelumnya, bisnis minuman kopi ini hadir dengan konsep warung kopi skala booth.
Muhammad Asmui, pemilik CV Putera Fajar Javapuccino, selaku pemilik Javapuccino, mengatakan, tahun ini Javapucinno akan membuka 50 kafe di kota penting di Indonesia.

Untuk ekspansi tersebut, Asmui menghitung akan membutuhkan biaya investasi sekitar Rp 5 miliar.
"Awal Maret kami buka yang pertama di Ciputat," kata Asmui, dikutip dari Kontan, beberapa waktu lalu.

Selain berdekatan dengan kampus, lokasi yang diintai untuk mendirikan kafe Javapuccino adalah, lokasi yang dekat dengan perkantoran, food court dan juga pusat perbelanjaan.

"Setelah Ciputat, kami akan buka lagi di luar Jabodetabek," jelas Asmui tanpa menyebutkan detail tempatnya.

Menurut Asmui, dengan konsep kafe, ia bisa mengeksplorasi lebih lanjut pengalaman bisnis kopinya. Apalagi, kata Asmui, permintaan kopi sudah menjadi kebutuhan di masyarakat.
"Peminatnya sangat banyak, sudah saatnya Javapuccino naik kelas," pungkasnya.
Javapuccino mulai hadir di bisnis kopi skala booth mulai 2008, dan kala itu baru berdiri satu booth saja.

Namun, usaha ini berkembang menjadi 26 booth di tahun 2009. Kemudian di 2010, jumlah booth Javapuccino naik lagi menjadi 214 booth, hingga menjadi 460 booth di Januari 2012.

Sementara itu, dari 460 booth Javapuccino yang sudah ada, sekitar 48 persen booth tersebut merupakan milik Asmui sendiri, 62 persen sisanya menjadi gerai milik mitranya.

Perkembangan dari bisnis booth kopi itulah yang membuat Asmui bersemangat mendirikan kafe kopi. Ia mengatakan, separuh dari 50 kafe yang ditargetkan berdiri akan langsung ia kelola dan miliki sendiri. Sisanya akan dikerjasamakan dengan sistem kemitraan.

Untuk mencari mitra konsep kafe kopi baru itu, Asmui menawarkan investasi kemitraan mulai dari Rp 90 juta sampai dengan Rp 235 juta dengan masa kontrak lima tahun dan bebas royalti fee.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

0 comments:

Post a Comment