Your Ad Here

5 Kemampuan Hebat Bayi

Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi.

5 Layanan Berbagi Foto

Jakarta - Layanan-layanan berbagi foto jumlahnya sangat banyak. Tentunya hal ini membuat para pecinta foto makin dimanjakan.

Pak Polisi Pembalap

Jakarta - Sebagai aparat kepolisian Bripda Eko Yulianto (23) tak berhenti memodifikasi mobil

Itali Bungkam Kritik di EURO

Krakow - Italia datang ke Piala Eropa 2012 dengan modal yang tak begitu bagus setelah menelan kekalahan di laga ujicoba.

Wayang Suket Diburu Kolektor Asing

Jakarta - Produk kerajinan Wayang Suket atau Wayang Rumput asal Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, banyak diburu

Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Monday, June 4, 2012

Sayuran Hijau Bisa Hilangkan Panik

Sayuran Hijau Bisa Hilangkan Panik
Kehidupan sehari-hari membuat kita rentan dengan kepanikan, dan berujung dengan kondisi stres. Bila kurang cerdas menanganinya, stres bisa bertambah parah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Anda tak perlu khawatir untuk mengatasinya. Selain harus lebih sering melakukan kegiatan yang membuat Anda lebih rileks, Anda juga bisa mencoba mengatasi rasa panik dengan mengubah pola makan.

Sayuran ternyata bisa menjadi sahabat di kala rasa panik dan stres melanda. Medicmagic (31/5) memberitahukan empat sayuran untuk mengatasi panik.

Sumber : yahoo.com

Waspada Nyeri di Bagian Panggul

Waspada Nyeri di Bagian Panggul
LAMPUNG - Kanker serviks atau dikenal juga dengan kanker leher rahim adalah terjadinya perubahan struktur sel menjadi suatu keganasan di daerah mulut rahim (biasa disebut sebagai serviks). Dewasa ini kanker serviks cukup menyita perhatian kaum hawa, apalagi semua wanita berisiko terkena kanker ganas ini.

Karena besarnya volume risiko, jenis kanker satu ini dikenal sebagai pembunuh nomor wahid. Banyak pula yang menyebutnya pembunuh diam-diam (silent killer), karena pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa dikatakan tanpa gejala bagi penderitanya.

"Berdasarkan pengalaman dunia kedokteran, banyak di antara penderita terserang kanker ini pada stadium lanjut. Dimana keluhan pasien, biasanya pendarahaan diluar siklus menstruasi, keputihan abnormal, rasa sakit tidak normal dan pendarahan tidak wajar ketika hubungan seksual dan banyak lainnya," kata dr Dyah Surya Agustine Sesunan.

Selain itu, tambah dokter PTT Lampung Tengah ini, pada stadium lanjut gejala lain yang bisa dilihat adalah terjadinya menstruasi tiba - tiba pada saat menoupose. Tidak hanya itu, ciri penderita stadium lebih tinggi, cenderung memiliki berat badan yang turun dan merasakan nyeri pada bagian panggul.

Cewek yang akrab disapa Tine ini menjelaskan, kanker ini menyerang bagian mulut rahim (serviks) yang letaknya di antara vagina dan liang rahim (uterus). Kondisi ini terjadi karena perubahan sel, yang sebelumnya normal menjadi abnormal (kanker).

Sumber : yahoo.com

Sunday, June 3, 2012

Pangkas Kalori Dengan Dua Kebiasaan

Pangkas Kalori Dengan Dua Kebiasaan
Tak perlu repot-repot mendatangi tempat fitnes. Anda cukup dengan mengurangi waktu kebiasaan menonton TV dan makan lebih banyak buah, kalori bisa berkurang tanpa disadari.

"Hanya dengan membuat dua perubahan gaya hidup ini akan memberikan efek besar dan orang tidak perlu kewalahan," ungkap Bonnie Spring, profesor kedokteran preventif di Northwestern University Feinberg of Medicine, dilansir melalui Medicaldaily (31/5).

Hasil ini didapatkan setelah peneliti merekrut 204 pasien berusia 21-61 tahun, kemudian membaginya menjadi empat kelompok.

Kelompok pertama diharuskan meningkatkan asupan buah dan sayuran, ditambah meningkatkan aktivitas fisik. Kelompok kedua harus mengurangi lemak dan kebiasaan bermalas-malasan. Kelompok ketiga harus mengurangi lemak dan meningkatkan aktivitas fisik, dan kelompok terakhir harus meningkatkan asupan buah dan memotong kebiasaan bermalas-malasan.

Peneliti menemukan orang yang makan buah dan sayur serta berhenti menyantap kripik kentang sambil bermalas-malasan di sofa lebih mampu mempertahankan berat badan. Sekitar 86 persen peserta mengakui mengalami penurunan berat badan setelah menerapkan pola hidup sehat tersebut.

"Orang bisa membuat perubahan sangat besar dalam waktu singkat dan tetap mempertahankan kebiasaan tersebut dengan baik. Hal ini jauh menunjukkan hasil yang baik dari yang kami duga sebelumnya," tambah Spring.

Sumber : yahoo.com

Friday, June 1, 2012

Es Krim Ramah Diabet ala Mahasiswa UGM

Es Krim Ramah Diabet ala Mahasiswa UGM
Yogyakarta:Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan jajanan es krim. Tapi bahan utamanya bukan yang jamak dipakai. Umumnya es krim terbuat dari lemak hewani, seperti susu sapi, sehingga pantang dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance, mereka yang sedang diet, atau vegetarian.

Supaya mereka bisa menikmati es krim ini, para mahasiswa membuatnya dari bahan nabati dan jamu-jamuan sarat gizi. “Kami menggunakan sari kacang merah sebagai pengganti susu sapi sehingga aman dikonsumsi bagai kalangan tersebut,” kata Elok Pawening Maharani.

Elok merupakan salah satu pemilik ide kreatif itu. Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian itu mencetuskan ide bersama rekan kuliahnya, yakni Sari Yuslia, Arif Sugianto, Anisa Dian Safitri, dan Aryo Dwi Nugroho.

Bahan nabati dan jamu-jamuan dipilih sebagai bahan baku atas dasar keprihatinan mereka terhadap rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi jamu. Bahan tersebut umumnya dipakai sebagai bumbu masak dan obat herbal. “Jamu itu minuman menyehatkan, tetapi tidak praktis dan kurang diminati masyarakat karena kemasannya sering tak mendukung. Untuk itulah kami coba kemas dalam bentuk es krim,” kata dia, Jumat, 1 Juni 2012.

Karena bahan dasar itu, mereka menamai es krim itu dengan label ''Herbatic'' atau Herbal Nabati Ice Cream. Karena bahan bersifat herbal es krim menyehatkan karena dalam jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Dalam bahan tadi terkandung zat aktif minyak atsiri, zingerone, antimikrobia, antioksidan, polifenol, curcumin, shogaol, geraniol, dan alkaloid. “Senyawa tersebut sangat menyehatkan tubuh,” kata Anisa.

Es krim inipun aman buat penderita diabetes. Pasalnya kacang merah dan jamu-jamuan mengandung indeks glikemik sangat rendah, yakni 22-32. Kandungan glikemik yang rendah aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Tubuh mencerna kacang merah dan jamu secara lambat sehingga kadar gula darah meningkat perlahan. “Jadi, insulin yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan kebanyakan makanan kaya karbohidrat,” kata dia.

Tak hanya kacang merah, herbatic diklaim sebagai produk es krim herbal karena tak memakai telur, mentega, dan gelatin. Sebagai gantinya mereka memakai margarin dan maizena. “Mentega diganti margarin dan gelatin diganti maizena sehingga es krim ini sangat inovatif dan berbeda," kata Anisa.

Gizinya pun tak kalah dari es krim lain. Apalagi es krim ini tanpa pengawet dan dibuat secara sederhana. Sari Yuslia menceritakan cara pembuatan es krim tadi. Semula kacang merah direbus untuk diambil sarinya. Sari kacang merah diolah bersama margarin, gula pasir, tepung agar-agar, vanili, garam, dan perasa alami, seperti jahe, temulawak, kencur, kunyit, asam jawa, dan secang.

Rasa bisa dikreasi dengan berbagai rupa, semisal dari jahe, kunyit asam, kencur, temulawak, atau jahe merah. Sebagai variasi, topping bisa diberi messes, selai blueberry, coklat, dan lainnya. Rasanya cles..., tak salah untuk dicoba.

Sumber : TEMPO.CO

Sunday, May 27, 2012

Yuk, Raup Manfaat Vitamin C untuk Tubuh

Yuk, Raup Manfaat Vitamin C untuk Tubuh
Vitamin C bukanlah asupan yang sulit didapat. Antioksidan yang terkandung di dalamnya mampu memerangi radikal bebas. Berdasarkan penelitian pada 1999 di Amerika Serikat, Vitamin C juga dapat mengurangi risiko kanker, gangguan pembuluh darah, dan katarak.

Penelitian yang dilakukan baru-baru ini juga menunjukkan manfaat Vitamin C yang berasal dari buah dan sayuran. Manfaat yang paling terlihat adalah untuk menurunkan tekanan darah. Sayangnya, kebanyakan orang mengabaikan manfaat Vitamin C.

Mengingat pentingnya asupan itu bagi tubuh, ada empat tips untuk meraup keuntungan Vitamin C:
1. Makan buah dan sayuran mentah sesering mungkin. Jika diolah, beberapa kandungan penting dalam buah dan sayuran akan berkurang.

2. Mengonsumsi jeruk di pagi hari akan sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun, konsumsilah jeruk setelah memastikan perut sudah terisi. Mengonsumsi mangga dan kiwi di sela waktu istirahat juga akan sangat membantu meningkatkan asupan Vitamin C dalam tubuh.

3. Nikmatilah makan siang dengan crudite sebagai makanan pembuka. Crudite merupakan makanan Prancis yang terdiri dari sayuran dan buah, seperti brokoli dan paprika merah. Kedua bahan makanan itu mengandung antioksidan tinggi.

4. Konsumsi sayur yang telah difermentasi seperti kimchi. Kimchi merupakan makanan fermentasi tradisional Korea yang terbuat dari kubis. Kandungan Vitamin C di dalamnya sudah memenuhi setengah kebutuhan Vitamin C manusia dalam satu hari.

Selamat mencoba, ya!

Sumber : metrotv.com

Kenapa Popeye dan Kita Harus Makan Bayam?

Kenapa Popeye dan Kita Harus Makan Bayam?
Masih ingat kartun Popeye? Dalam cerita itu, Popeye digambarkan sebagai 'jagoan' yang akan memiliki kekuatan berkali-kali lipat setelah makan bayam.

Itu bukanlah sekadar fiksi. Manfaat bayam memang sangat banyak. Bayam merupakan sayuran yang memiliki nilai gizi luar biasa. Bayam memiliki segala yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.

Beberapa orang mengatakan rasa bayam tidak enak. Tapi ada tujuh alasan untuk rajin mengonsumsi bayam.


1. Baik untuk saluran pencernaan
Bayam memiliki efek menguntungkan pada usus. Sayuran ini kaya akan serat. Akan sangat baik jika Anda memasukkannya dalam daftar diet. Saluran pencernaan lancar, tubuh pun akan selalu sehat.



2. Menetralisiasi efek sodium
Mengonsumsi bayam secara teratur bisa menstabilkan tekanan darah. Sayuran ini banyak mengandung kalium yang menetralisasi dampak buruk natrium pada tubuh.


Jika Anda penyuka asin dan sering menambahkan garam di berbagai makanan, Anda membutuhkan bayam sebagai penetralisasi.


3. Bermanfaat bagi sistem kardiovaskular
Beberapa protein bayam terbukti dapat memperlambat konversi peptida angiotensin I menjadi angiontensi II, proses yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.


Bayam juga mengandung lutein untuk mencegah pembentukan plak kolesterol dan mengurangi risiko darah tinggi.


4. Menjaga kesehatan tulang dan mencegah perdarahan
Bayam mengandung Vitamin K yang bertanggung jawab untuk pembekuan darah. Selain membantu mencegah perdarahan, bayam juga mudah 'bekerja sama' dengan fosfor, tembaga, seng, mangan, dan magnesium yang berfungsi menjaga kekuatan tulang. Bayam berguna sebagai pencegah osteoporosis.



5. Efek antioksidan bayam
Antioksidan dalam bayam dapat mencegah risiko kanker dan penuaan dini. Senyawa tersebut mengurangi radikal bebas pada tubuh yang menjadi penyebab perkembangan tumor ganas



6. Memperkuat kekebalan tubuh
Kehadiran Vitamin A, C, E, D, dan B dalam bayam membuatnya menjadi makanan tepat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ia menjaga sel-sel kekebalan tubuh dalam jumlah yang pas. Ia juga berfungsi sebagai sinyal jika tubuh terancam infeksi dan berguna untuk menanggapi dampak patogen



7. Menurunkan berat badan
Keuntungan lain mengonsumsi bayam adalah dapat menurunkan berat badan. Ia memiliki banyak nutrisi dan rendah kalori.


Sumber : metrotv

Saturday, May 26, 2012

Jangan Anggap Remeh Anak Kegemukan

Jangan Anggap Remeh Anak Kegemukan
Jangan anggap remeh kegemukan pada anak, kata ini kiranya cukup memberikan peringatan para orangtua pada pola asuh anaknya. Sebab, bila hal ini dibiarkan bisa menyebabkan hal - hal yang tidak diinginkan pada buah hati, salah satunya penyakit berat.

Menurut dr Rinita Wulandari, orang tua memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan anak. Termasuk pula dalam persoalan kegemukan dan obesitas anak, sehingga dibutuhkan perhatian lebih para orang tua terhadap buah hatinya.

Memang diakuinya, banyak faktor yang menyebabkan kegemukan pada anak, misalnya faktor keturunan, pola makan tidak baik dan tidak teratur, minimnya pengetahuan kesehatan dan faktor lainnya.

"Umumnya para orang tua melakukan pemantauan tumbuh kembang anak ketika balita. Melalui fasilitas kesehatan Posyandu, anak akan sangat diperhatikan masalah berat badan dan kebutuhan gizi lainnya. Akan tetapi, pertanyaannya apakah orang tua melakuakan pemantauan pasca balita?," kata Dokter umum BP Kereta Api ini.

Cewek berjilbab ini menambahkan, kegemukan merupakan ekses atau kelebihan lemak tubuh. Penting diketahui, mengatasi kegemukan di masa anak-anak bisa mengurangi risiko kegemukan saat dewasa. Juga bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya. Selain itu, tentunya banyak menggali pengetahuan tentang kesehatan dari ahli dan media lainnya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Selamatkan Anak Indonesia dari Film Negatif dan Video Game

Selamatkan Anak Indonesia dari Film Negatif dan Video Game
MALANG - Lembaga Sensor Film (LSF) mengajak masyarakat untuk menyelamatkan anak Indonesia dari keburukan moral. Mengingat, banyaknya film yang beredar begitu cepat di masyarakat tanpa sensor. Salah satunya adalah film porno.

LSF mengakui, cepatnya peredaran film-film bernilai negatif itu salah satunya disebabkan kecanggihan teknologi. Kalau dulu membuat film harus pakai roll film. Untuk membawa atau memindahkan pun agak sulit. Sekarang, tinggal menancapkan flash disk, tunggu beberapa menit, film sudah berhasil ditransfer.

Kecanggihan teknologi tidak hanya menguntungkan kehidupan manusia. Di samping itu, banyak pula sisi-sisi negatif yang perlu diantisipasi supaya tidak merusak generasi muda.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan LSF, Nunus Supardi saat membuka Diskusi dan Sosialisasi LSF 'Memasyarakatkan Kesadaran Swasensor Pertunjukkan dan Tayangan Televisi' di hotel Santika, Sabtu (26/5/2012).

"Dengan kecanggihan teknologi ini, kami (LSF) sulit sekali mensensor. Karena itu, kami harapkan swasensor oleh masyarakat bisa berjalan Guna mencegah nilai negatif. Selamatkan anak Indonesia dan lindungi masyarakat dari dampak negatif perfilman," papar Nunus.

Tidak kalah bahayanya, kata Nunus, merebaknya video game hingga pelosok desa juga mengancam generasi muda. Apalagi kalau generasi muda ini memainkan permainan kekerasan. Perlu diingat, otak pada masa anak-anak berjumlah satu miliar masih kosong. Ibarat flash disk yang masih memiliki kosong, diisi apapun akan masuk.

"Kalau anak-anak dicekoki permainan seperti ini, maka akan mempengaruhi otak anak. Hanya di Indonesia permainan seperti ini tidak ada sensor, sementara di Amerika, Australia, Singapura dan negara lainnya sudah menerapkan batasan permainan seperti ini," katanya.

Sosialisasi swasensor di tingkat II (kabupaten/kota) di Jawa Timur baru pertama kali dilakukan di Kota Malang. Sebelumnya, sosialisasi ini dilakukan di tingkat ibukota provinsi. "Yang lebih penting, para orang tua dan dewasa mau melakukan swasensor dan memberitahukan kepada anak-anak agar generasi muda," pungkasnya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Friday, May 25, 2012

Paksa Si Kecil Makan Bikin Stres Anak

Paksa Si Kecil Makan Bikin Stres Anak
Jakarta - Widianti, 34 tahun, selalu pusing. Anaknya yang berusia 3,5 tahun susah makan. Muhammad Zidan yang tengah lincah-lincahnya ini tak bisa diam. Sebentar-sebentar berlari ke sana ke mari atau terkadang menendang bola dan memainkan barang apa pun di sekitarnya. "Saking asyiknya bermain, dia kadang enggan diajak makan," kata Widia, Rabu, 23 Mei 2012.

Sadar akan pentingnya asupan nutrisi bagi sang buah hati membuat warga Cipadu, Tangerang, ini tak kurang akal untuk terus membujuk Zidan agar makan. Beragam cara dia lakukan agar Zidan mengurangi mobilitasnya. "Misalnya, sambil diajak nonton film kartun," ujar Widia. "Jadi, sambil dia nonton, sambil saya suapin makannya."

"Sangat penting membiasakan balita untuk makan dengan mengunyah makanan tanpa terburu-buru, menelannya secara tenang, dan dalam keadaan yang menyenangkan," kata Saptawati Bardosono, dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Meski begitu, Saptawati menilai, mengajak anak makan sambil menonton televisi kurang tepat. Sebab proses makan juga seharusnya digunakan sebagai ajang komunikasi antara ibu dan anak. Menurut dia, anak harus diajari tentang apa yang dia makan sehingga dia memahami makanan yang mengandung gizi dan menyukainya. "Kalau sambil menonton televisi, fokus anak akan berpaling dengan apa yang dia tonton," ujar Saptawati.

Cara yang bisa dilakukan, kata Saptawati, adalah dengan memberikan makan di sela-sela anak bermain. Ketika anak sedang bermain, ajak dia makan. Tidak masalah anak cuma beberapa menit makan dan tidak menyelesaikan makannya. Ketika anak kembali bermain, sang ibu menyiapkan selingannya. Yang penting, anak menerima tiga makanan utama dan selingan dengan kandungan kalori dan gizi yang lengkap. "Makanan selingan bisa berupa susu ditambah buah, susu ditambah sereal, atau kue bikinan ibu," ujarnya.

Saptawati menegaskan, melakukan pemaksaan agar anak makan harus dihindari. Cara tersebut akan membuat anak justru merasa stres dan akan merusak perkembangan mental mereka. Setiap individu, kata dia, memerlukan suasana yang menyenangkan, sukarela, dan tertarik untuk mengkonsumsi makanan. Selain tidak bagus secara psikologis, pemaksaan itu akan mempengaruhi proses pencernaan dan metabolisme zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan.

Hal lain yang mesti diperhatikan orang tua untuk buah hatinya adalah pola makan yang sehat. Sebab hal ini juga menyangkut pembentukan sikap sejak dini bagi anak. Kuncinya, kata Saptawati, orang tua harus kreatif dan ulet dalam mengenalkan kebiasaan makan sehat pada anak agar terpenuhi standar gizi yang seimbang. Tiga hal yang harus diperhatikan bagi para orang tua, khususnya ibu, dalam membentuk pola makan sehat bagi anak, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan.

Terkait jumlah, makanan bagi si kecil harus sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi anak menurut usia dan kondisi. Jenisnya pun harus beragam. Orang tua harus membiasakan diri menyediakan makanan yang beragam, yang meliputi makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein dan lemak, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral, serta susu sebagai sumber protein dan kalsium.

Adapun terkait dengan jadwal, orang tua harus membuat jadwal makan yang teratur untuk memastikan asupan energi dan zat gizi di setiap waktu tertentu.

Sumber : TEMPO.CO

Mengapa Tomat Beraroma Enak Kerap Tak Lezat?

Mengapa Tomat Beraroma Enak Kerap Tak Lezat?
Jakarta - Teka-teki mengapa tomat di supermarket berbau lezat tetapi rasanya berair dan hambar terpecahkan oleh para ilmuwan. Rasa tomat-tomat tersebut ternyata diperoleh dari kombinasi gula, asam, dan aroma. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbedaan elemen tersebut bisa mempengaruhi rasa.

Petani tomat komersial secara tradisional biasanya fokus untuk memproduksi berbagai jenis tomat dengan aroma yang mudah menguap di udara. Hal tersebut dimaksudkan untuk menggoda para pembeli dengan bau tomat yang lezat. Caranya dengan memberikan komponen peningkat rasa itu dalam jumlah tinggi dengan harapan rasanya juga manis.

Namun sebuah studi yang dipublikasikan di Current Biology Journal menyatakan bahwa semakin banyak komponen bau yang menguap di udara ternyata hanya sedikit yang enak rasanya saat dikonsumsi. Sebaliknya, semakin sedikit yang tercium baunya seperti yang diproduksi secara alami di kebun rumah, semakin besar rasa manis pada buah tomat.

Menurut para ilmuwan, seperti dikutip Telegraph, penemuan tersebut menjelaskan mengapa varian tomat tertentu yang kerap kali disebut tomat ‘pusaka’–yang lebih dulu diproduksi secara komersial dan laku banyak di toko–rasanya lebih enak. Solusi untuk para petani, kata ilmuwan, menambahkan sedikit aroma yang membuat tomat mereka rasanya lebih manis tanpa tambahan gula.

Dalam melakukan penelitian, para ilmuwan menganalisis senyawa kimia yang terdapat dalam 278 sampel dari 152 jenis tomat dan meminta sejumlah sukarelawan untuk mencicipi satu per satu tomat tersebut bersamaan dengan spesimen tanaman dan mencatat skor untuk intensitas rasa, kemanisan, dan keasaman tomat.

Beberapa jenis tomat pusaka dinilai kurang enak ketimbang yang dibeli di supermarket. Tomat jenis lain dikatakan lebih enak. Hal tersebut membuat para ilmuwan bisa menentukan senyawa yang menyebabkan variasi rasa tersebut.

Para peneliti mengidentifikasi 12 komponen kunci untuk intensitas rasa dan 12 rasa lain untuk pemanis, termasuk delapan jenis yang secara kuat mempengaruhi rasa buah secara keseluruhan.

“Sekarang kita tahu dengan pasti apa yang kita perlukan untuk mengatasi tomat yang rusak. Konsumen sangat peduli dengan tomat. Kurangnya rasa menjadi faktor utama ketidakpuasan konsumen terhadap pertanian modern. Orang bisa melakukan hal yang lebih buruk daripada memperbaiki rasa buah,” kata Harry Klee dari Florida University.

Sumber : TEMPO.CO

Ibu Hamil, Gamelan Lebih Mutlak Dibanding Mozart

Gamelan Lebih Mutlak Dibanding Mozart
Jakarta - Usia kehamilan Ambar Hariani, 36 tahun, baru masuk hitungan bulan saat mendampingi suaminya yang bertugas di negeri panser, Jerman. Warga Tebet yang berprofesi sebagai dokter gigi itu tinggal di sebuah apartemen di kota sebelah barat daya Jerman, Karlsruhe. Ada perasaan canggung yang ia alami kala itu. Penguasaannya yang minim akan bahasa Jerman membuat ia cenderung menutup diri ketika berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Janin yang dikandung Ambar kini tumbuh menjadi balita, namanya Imam Abdul Karim. Saat ini, Imam memiliki dua adik kandung, Fathin dan Balqis. Namun dibandingkan dengan kedua adiknya, Imam merupakan tipikal anak yang pendiam dan sulit berinteraksi dengan rekan-rekan di sekitarnya. Bahkan acapkali menangis. “Anak saya yang pertama tidak berani tampil. Cengeng kalau bertemu dengan orang yang baru ia kenal,” ujar ibu tiga anak tersebut.

Berbeda dengan Imam, karakter Fathin, tiga tahun, tergolong anak yang periang. Ia mudah berbaur dengan rekan-rekan seusianya. Tidak terkecuali dengan orang yang lebih dewasa darinya. Fathin memiliki kemampuan berbahasa yang baik. Cara berkomunikasinya pun lancar dan mudah dipahami. “Anak saya yang kedua dikandung saat saya sudah dua tahun di Jerman dan sudah bisa berbaur dengan orang-orang sekitar,” katanya.

Perbedaan karakter kedua anaknya itu sempat membuat Ambar berpikir akan masa-masa kehamilannya dulu. Muncul pertanyaan: “Apakah proses kehamilan seseorang mempengaruhi pembentukan karakter seorang anak?” Anggapan Ambar tidak keliru! Sejumlah penelitian mendukung kesimpulannya, yaitu bahwa proses yang dialami seorang ibu saat hamil ternyata berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang anak.

Kepala Subbidang Kesehatan Intelegensia Anak, Kementerian Kesehatan, Gunawan Bambang Dwiyanto, menjelaskan bahwa perilaku ibu hamil merupakan salah satu faktor yang merangsang pertumbuhan otak pada janin. Karena rasa sedih, stres, riang maupun kondisi kejiwaan yang lain pada ibu hamil, akhirnya akan dirasakan juga oleh janin yang ia kandung. “Kecerdasan seorang anak diturunkan oleh ibu, bukan bapak,” ujarnya.

Menurut Gunawan, peran ibu menjadi sangat sentral lantaran proses pertumbuhan janin tidak pernah lepas dari kondisi tubuh seorang ibu. Berdasarkan fase pertumbuhannya, kata Gunawan, janin mulai bisa merasakan rangsangan di usia 20 bulan ke atas. Pada usia kehamilan 39 bulan, kondisi otak janin mengalami fase kritis karena cenderung mengalami penurunan. “Jadi harus dirangsang supaya cerdas lagi,” ujarnya.

Rangsangan perkembangan otak pada janin bisa dilakukan ibu atau ayah dengan mengelus perut. Sentuhan tersebut merupakan ungkapan kasih sayang yang bisa meningkatkan pembentukan hormon cinta atau yang disebut oxytocin. Tidak hanya itu. Ibu hamil juga bisa melatih kemampuan verbal sang janin dengan mengajaknya berbicara disegala aktivitas, baik saat mandi, makan atau menjelang tidur. “Ibu hamil harus cerewet,” ujarnya.

Rangsangan otak sang janin juga bisa dilakukan dengan mengenalkan bahasa Tuhan, baik yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun kidung lain menurut ajaran agama masing-masing. Dalam Islam, kata Gunawan, setidaknya terdapat lima yang dinilai mampu merangsang otak anak dengan baik. Kelimanya adalah surat Ar Rahman, Yusuf, Maryam, Al Ikhlas, dan Al Fatihah. “Prinsipnya janin menyenangi gelombang akustik yang berada di kisaran 5000-8000 hertz,” katanya.

Karena alasan itu jugalah sejumlah penelitian menyarankan agar ibu hamil mulai membiasakan janin memperdengarkan belasan lagu klasik karya Mozart. Sejumlah ilmuwan di Barat menyakini bahwa lagu-lagu seperti Twinkle-twinkle Little Star dapat membentuk watak seorang anak agar menjadi pribadi yang lembut, santun, dan periang. Lagu tersebut akan efektif jika diperdengarkan dalam keadaan hening menjelang jam tidur malam.

Namun penelitian lain menyatakan bahwa pengaruh musik Mozart tidaklah bersifat mutlak. Penelitian yang dilakukan Bilawa Respati, mahasiswa ITB, menunjukkan bahwa rangsangan akustik juga bisa dilakukan dengan memperdengarkan musik-musik tradisional lain seperti gamelan atau karawitan dengan level suara yang tepat. “Kalau muzik Mozart diperdengarkan keras-keras, efeknya juga tidak bagus,” kata dia.

Sumber : TEMPO.CO

Mengapa Kopi Hangat Tidak Enak?

Mengapa Kopi Hangat Tidak Enak?
Jakarta:- Banyak peminum kopi menganggap kopi panas yang masih mengepul adalah cairan terlezat. Mereka juga menilai es kopi terasa menyegarkan. Anehnya, kopi di luar temperatur ekstrem itu justru tidak enak bagi mereka.

Mengapa kopi dengan temperatur kamar atau suam itu terasa tak enak? Sejumlah ahli biologi yakin jawabannya ada pada pengaruh temperatur terhadap rasa makanan dan minuman.

Salah satu teori menganggap kopi hangat kuku tidak enak karena manusia gua tidak punya kulkas. Apa hubungan antara kopi dan manusia gua? Menurut Karel Talavera dari Laboratory of Ion Channel Research di Kuba, proses biologi, seperti sistem pancaindra kita, cenderung dirancang oleh evolusi agar bekerja paling efektif pada temperatur yang umum kita rasakan.

Talavera mempelajari bahwa reseptor rasa di dalam taste bud lidah kita merespons molekul pada berbagai temperatur. Dia menemukan bahwa reseptor rasa tertentu amat sensitif terhadap molekul makanan yang bersuhu 20-35 derajat Celsius, yaitu molekul pada suhu kamar atau sedikit di atasnya. Reseptor rasa tidak mencatat molekul yang terlalu panas atau lebih dingin daripada kisaran temperatur tersebut, sehingga kita tidak merasakannya.

"Masih ada fenomena yang belum bisa kami jelaskan, tapi hal itu sesuai dengan fakta bahwa persepsi rasa menurun kemampuannya di atas temperatur tertentu," kata Talavera.

Berdasarkan teori itu, kopi panas dengan temperatur sekitar 76 derajat Celsius mungkin tak terlalu pahit dibanding kopi bersuhu ruang (23 derajat Celsius) karena reseptor rasa pahit kita tidak terlalu sensitif terhadap molekul pahit kopi bila molekul itu panas.

"Leluhur kita tidak mengonsumsi makanan pada temperatur ekstrem," ujarnya.
Makanan mereka umumnya terdiri atas buah beri dan daging segar hewan buruan yang bersuhu 20-37 derajat Celsius. Karena kopi panas atau es kopi berada di luar batas maksimum indra perasa, taste bud pada lidah kita tidak merasakan pahitnya kopi yang sebenarnya.

Teori lain menyatakan kopi panas terasa enak karena aromanya menyenangkan. "Bau sangat mempengaruhi rasa kopi," kata Paul Breslin, psikolog eksperimental di Rutgers University.

Namun ada satu teori lagi yang dapat menjelaskan mengapa kopi hangat tak enak. Teori ini menyatakan panasnya kopi dapat mengalihkan perhatian kita dari rasanya yang kuat. "Anda tidak berpikir soal pahit atau manisnya kopi ketika kopi itu panas atau dingin. Kopi panas mungkin mendorong Anda untuk berpikir soal temperatur, mengalihkan perhatian Anda dari rasanya yang pahit," kata Breslin.

Sumber : TEMPO.CO

Tuesday, May 22, 2012

5 Kebiasaan Kesehatan yang Tidak Terlalu Perlu

Banyak kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik dan dianjurkan oleh para dokter demi kesehatan kita. Foxnews (22/5) membocorkan beberapa kebiasaan kesehatan yang sebenarnya tidak terlalu dianggap perlu namun sudah menjadi pedoman kesehatan bagi banyak orang.

1. Ke dokter gigi dua kali setahun

Sebuah peninjauan terhadap 23 riset di tahun 2003 tidak menemukan bukti konklusif yang mendukung kebutuhan untuk pergi ke dokter gigi setiap 6 bulan. Jika gusi Anda dianggap cukup sehat, setahun sekali menemui dokter gigi dianggap cukup, ungkap James Bader, seorang profesor di sekolah kedokteran gigi University of North California.

Hanya saja, jangan tidak menemui dokter lebih dari setahun. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association tahun lalu menunjukkan bahwa gigi yang dibersihkan oleh dokter gigi profesional setahun sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung sebesar 24 persen dan stroke hingga 13 persen.

2. Jangan makan setelah jam 8 malam

Kalori tidak mengenal jam. Tidak ada perbedaan makan jam 8 pagi atau jam 8 malam, ungkap Susan Bowerman, asisten direktur UCLA Center for Human Nutrition. Tidak makan di atas jam 8 justru akan mengganggu pola tidur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Anda wajib makan sebelum tidur jika Anda berolahraga pada malam hari atau Anda berusia lebih dari 60 tahun.

Protein dalam makanan menyediakan lebih banyak bahan bakar bagi tubuh untuk mensintesis otot. Hal ini juga membantu mengatasi dampak penuaan yang berkaitan dengan kehilangan otot.

3. Pergi ke laboratorium untuk scan setiap tahun

Menurut Dr Jonathan Goldin, scan terkadang memberikan rasa khawatir berlebihan sehingga menyebabkan kecemasan bagi seseorang. Scan dapat membantu mendeteksi kanker paru-paru dan kalsium koroner-arteri, namun scan ini hanya untuk orang-orang di atas 45 tahun yang memiliki faktor risiko, seperti merokok, tekanan darah cukup tinggi atau kolesterol cukup tinggi. Jika tidak ada, Anda tidak perlu melakukan scan.

4. Sikat gigi dua kali sehari

Plak membutuhkan 24 jam untuk mengeras. Sekali menyikat gigi dalam 24 jam lebih baik dari dua kali sehari. Tapi dengan syarat, menyikat giginya minimal dua menit. Dan melakukannya sebelum tidur. Air liur dapat memerangi plak dan produksinya akan menurun ketika Anda tidur. Tapi ini hanya mengenai plak. Nafas masih akan bau saat Anda terbangun di pagi hari. Segera menyikat atau menggunakan obat kumur setelah bangun tidur.

5. Menyikat gigi dengan bulu sikat keras lebih baik

Menyikat gigi dengan bulu sikat yang lembut sama baiknya dan membantu menurunkan risiko kerusakan gigi dan gusi, ungkap Philip Mendelovitz, seorang profesor kedokteran gigi di UCLA school of medicine.

Sumber : yahoo.com

Saturday, May 19, 2012

Kenali Kelainan Mata pada Anak

Kenali Kelainan Mata pada Anak
Kelainan mata pada anak tidak boleh disamakan dengan pada orang dewasa. Jika salah pengertian akan menjadi salah periksa. Banyak orang tua tidak tahu masalah mata pada anak-anak mereka.Kebanyakan, mereka menunggu sampai anak mengeluh atau melihat mata anak sudah memerah. Menurut dokter spesialis mata anak, dr. Florence M. Manurung, SpM, kelainan mata pada anak dan orang dewasa cukup berbeda.

"Contohnya katarak yang sering terjadi pada orang tua, kalau dialami anak-anak merupakan peristiwa yang jarang terjadi. Faktornya bukan karena usia tetapi karena infeksi, obat-obatan, atau kelainan gen," jelasnya dalam seminar 'All You Need to Know About Children Eye Problem' di Jakarta Eye Centre, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu 19 Mei 2012.

Selain katarak, berbagai penyakit mata yang kemungkinan dialami oleh anak-anak antara lain strabismus (mata juling), ambliopia (mata malas), dan glaukoma kongenital, dan kelainan refraksi.

Menurut dr. Florence kelainan mata anak bisa dideteksi sejak usia dini. Masalahnya, kebanyakan orang tua tidak mengerti kelainan mata pada anak mereka sebelum sang anak mengeluh atau terlihat perbedaan mencolok.

"Untuk katarak ada putih-putihnya, glaukoma matanya besar. Umumnya kalau orang tua kasih mainan, anak tidak fokus. Posisi mata agak di tengah untuk mata juling. Untuk mata malas, anak sudah dicek dan tidak bisa melihat dengan tajam. Itu gejalanya tidak ada, dan perlu di cek," jelasnya.

Untuk deteksi dini, dr. Florence menganjurkan untuk melakukannya sedini mungkin. "Dari 0 hari sampai 2 minggu harus dicek. Sebelum 3 tahun harus dicek. Jika orang tua menemukan ada kelainan harus dicek," tuturnya.

Selain itu, untuk menghindari kelainan mata pada anak, para orang tua juga harus mengawasi kebiasaan anak. "Umumnya, untuk menonton TV perlu dibatasi, jangan dekat-dekat. Komputer, games juga dibatasi. Membaca juga dibatasi, setelah satu jam istirahat, lakukan outdoor activity. Makan buah dan sayur," tandasnya.

Sumber : VIVAnews.com

20 Mitos Kampanye Hitam Anti Imunisasi

20 Mitos Kampanye Hitam Anti Imunisasi
Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti.

Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi.

Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya.

Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal.

Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi :

1. Imunisasi tidak aman. Tidak Benar. 
Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% .

2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya.
 "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno.

3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin. Tidak benar. 
Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate.

4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme. Tidak benar.
 Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011.

5. Imunisasi sebabkan autisme. Tidak benar. 
Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman.

Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik.

The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme.

6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. 
Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.

Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis.

Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme.

7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ? Tidak benar.
 Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya.

8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan? Tidak benar. 
Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi

9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat. Tidak benar. 
Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna.

10. Vaksin mengandung lemak babi ? Tidak benar. 
Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 – 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus.

11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ? Tidak benar. 
Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam

12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah? Tidak benar. 
Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan.

13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ? Tidak benar. 
Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %.

14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ? Tidak benar. 
Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak.

15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya? Tidak benar.
 Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat.

16. Program imunisasi gagal? Tidak benar. 
Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika.

17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ? Tidak benar. 
Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat.

18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ? Tidak benar. 
Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .
Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik.

20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya. Tidak benar. 
Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam

* Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan.

* Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti.

* Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011).

* Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya.

* Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.

Sumber : KOMPAS.com

Waspadai Pestisida pada Buah Impor

Waspadai Pestisida pada Buah Impor
BOGOR - Pakar Keamanan Pangan dan Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ahmad Sulaeman mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai buah-buahan impor. Ia menilai, buah-buahan impor berisiko mengandung pestisida yang dapat memengaruhi kesehatan terutama perkembangan organ reproduksi.

"Harga buah impor yang dijual di supermarket Indonesia kadang lebih murah dibanding harga di negara asalnya. Hal ini tentu saja membuat kita heran sekaligus bertanya, mengapa buah tersebut bisa dijual dengan harga murah?," kata Sulaeman seperti dilansir Antara di Bogor, Rabu (16/5/2012).

Ia menjelaskan lebih lanjut soal kecurigaan pada buah-buahan impor ini. Ia mengemukakan, satu terminal buah di Rotterdam Belanda yang luasnya hampir sama dengan Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng terdapat gudang pendingin sebagai tempat menyimpan buah. Buah dimaksud, kata dia, usia penyimpanannya ada yang mencapai dua tahun, dan yang paling muda adalah enam bulan.

Agar buah tahan di suhu dingin, tidak kering dan tidak keriput, katanya, maka kulit buah dilapisi lilin. Dalam lilin itu juga ditambahkan fungisida agar buah tidak berjamur. Menurut dia, hasil dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa fungisida yang biasa ditambahkan adalah jenis Vinclozolin yang bersifat anti-androgenik yang sama sifatnya seperti DDT (Dichloro-Diphenyl-Trichloroethane).

Anti-androgenik ini, kata Sulaeman, dapat menimbulkan efek mandul pada serangga. Ia menjelaskan, sebagaimana diketahui, DDT adalah insektisida "tempo dulu" yang pernah disanjung setinggi langit karena jasa-jasanya dalam penanggulangan berbagai penyakit yang ditularkan vektor serangga.

"Tetapi kini penggunaan DDT di banyak negara di dunia terutama di Amerika Utara, Eropa Barat dan juga di Indonesia telah dilarang," katanya.

Menurut Sulaeman, berbagai penelitian menunjukkan, konsumsi pangan yang mengandung residu pestisida, walaupun dalam kandungan yang rendah tenyata mampu menyebabkan demaskulinisasi, yang mengganggu perkembangan organ reproduksi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sekarang banyak ditemukan kasus kelamin ganda atau transgender.

Sulaeman berpendapat, makin banyaknya kasus kelamin ganda sekarang ini adalah dampak dari revolusi hijau pertama. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi di sejumlah negara.

Paparan pestisida dari buah juga bisa mengancam anak-anak. Ahmad menjelaskan, satu penelitian di negara Meksiko yang membandingkan anak yang biasa mengkonsumsi pangan organik (tanpa pestisida) dan non-organik (disemprot pestisida). Hasilnya, kata dia, anak yang selalu terpapar pestisida tidak mampu menggambar, sekalipun gambar garis yang sederhana. Sebaliknya, anak yang biasa mengkonsumsi pangan organik disebutkan mampu menggambar dengan bagus.

Kemudian, beberapa risiko penyakit juga dimungkinkan berkembang pada anak yang dilahirkan dari ibunya yang terpapar pestisida, seperti penyakit leukemia dan termasuk autisme. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat kembali beralih ke buah-buahan lokal seperti manggis, bisbul, nangka dan masih banyak lagi.

"Sayangnya, pasar buah kita, terutama di supermarket, masih didominasi oleh buah impor," katanya.

Dari 225 jenis buah dan sayur segar yang dijual di swalayan, kata Sulaeman, 60-80 persen merupakan buah impor.

"Kecuali di Bali, komponen lokalnya masih tinggi. Tapi umumnya buah yang ada di ’supermarket’ di Indonesia, 60-80 persen masih impor," katanya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan lagi bahwa penggemar buah segar perlu ekstra waspada, terutama pecinta buah impor, seperti anggur, pir dan apel. "Apalagi jika sedang ada promo buah impor dengan harga yang sangat murah," katanya.

Sumber : KOMPAS.com