Your Ad Here

5 Kemampuan Hebat Bayi

Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi.

5 Layanan Berbagi Foto

Jakarta - Layanan-layanan berbagi foto jumlahnya sangat banyak. Tentunya hal ini membuat para pecinta foto makin dimanjakan.

Pak Polisi Pembalap

Jakarta - Sebagai aparat kepolisian Bripda Eko Yulianto (23) tak berhenti memodifikasi mobil

Itali Bungkam Kritik di EURO

Krakow - Italia datang ke Piala Eropa 2012 dengan modal yang tak begitu bagus setelah menelan kekalahan di laga ujicoba.

Wayang Suket Diburu Kolektor Asing

Jakarta - Produk kerajinan Wayang Suket atau Wayang Rumput asal Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, banyak diburu

Saturday, June 16, 2012

Hanya Dalam Hitungan Jam Bank BCA Terealisasikan

Hanya Dalam Hitungan Jam Bank BCA Terealisasikan
SINGAPURA - Kedekatan Moctar Riady dengan Liem Sie Liong jangan ditanya lagi. Mereka memiliki sejarah panjang dalam membina bisnis bersama.Bahkan hubungan mereka tetap terbina meski om Liem berdomisili di Singapura.

Hal ini diamini Moctar Riady. Pebisnis ulung ini mengatakan karena kedekatan tersebut membuat mereka dapat bekerja sama dengan baik dalam membangun kerajaan bisnis.

"Bikin kerjasama bisnis ama om Liem tak butuh waktu lama. Cuma sebentar kok,"ujarnya, Sabtu (16/6).

Moctar menuturkan dalam mendirikan bank BCA, dirinya dan om Liem hanya berunding selama 4 jam. Dalam hitungan jam cikal bakal bank swasta terbesar di Indonesia terealisasikan.

"Begitu juga ketika saya keluar dari BCA dan mendirikan bank Lippo. Hanya butuh 2 jam kami berunding clear semua persoalan,"kenangnya.

Satu hal yang dikagumi Moctar terhadap om Liem adalah sifatnya yang tak suka menjelek-jelekkan orang lain. " Selama 18 tahun kami berteman tak pernah ada terdengar sifat seperti itu. Yaa dia orangnya humble tak suka neko neko,"tutupnya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Pacar Pakai Baju Pria Lain, Dongkrak Mengamuk

Pacar Pakai Baju Pria Lain, Dongkrak Mengamuk
Kasus penusukan yang dilakukan oleh Ahmad Sofian alias Dongkrak (20), terhadap Rian (23), sopir Mikrolet M27 yang menyebabkan korban tewas di rumah sakit, bermotif cinta segitiga. KPeristiwa yang berlangsung pada Jumat (15/6/2012) malam, sekitar pukul 22.00-23.00 WIB itu terjadi di pasar sayur, belakang Stasiun Klender, Jakarta Timur.

Hal itu ungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsektro Pulogadung, AKP Doni Widodo kepada wartawan, Sabtu (16/6/2012). "Motif pelaku menusuk korban ini karena cinta segitiga, (pelaku) cemburu, karena pacarnya pakai bajunya yang meninggal ini (korban), dibakarlah (baju) sama si pelaku," kata Doni.

Dia mengatakan, dari situlah antara pelaku dan korban terjadi cekcok yang berakhir pada perkelahian dan penusukan yang dilakukan Dongkrak terhadap Rian. Korban kemudian meninggal di rumah sakit karena luka yang parah di beberapa bagian tubuhnya.

"Jadi pelaku berantem di lokasi, dan kebetulan di lokasi ini ada pisau, dan yang dapat duluan (pisau) itu pelaku, korban kemudian ditusuk, dan mendapat luka tusuk mematikan pada leher, badan, bahu, kepala, dan beberapa luka kecil lainnya di tubuhnya. Korban akhirnya meninggal di rumah sakit," ujar Doni.

Doni mengatakan, setelah kejadian pelaku melarikan diri. Tim Resmob gabungan dari Polrestro Jakarta Timur dan Buser Polsektro Pulogadung, langsung mengejar. Tim dipimpin Ipda Napitupulu dari Polrestro Jakarta Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dongkrak, pelaku penusukan terhadap Rian, tertangkap di daerah Cikarang, Sabtu (16/6/2012) sekitar pukul 01.30 WIB. Dongkrak kemudian diperiksa di ruangan Kasubnit I Reskrim, Polsektro Pulogadung. Setelah menjalani pemeriksaan, Dongkrak kemudian ditahan.

Empat orang saksi juga turut diperiksa pada kasus ini. Barang bukti berupa pisau berukuran sedang telah diamankan oleh petugas. Pelaku nantinya akan dikenakan Pasal 351 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Jokowi: Kita Harus Berpikir Satu Putaran

Jokowi: Kita Harus Berpikir Satu Putaran
JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di depan pendukungnya yang tergabung dalam relawan Jokowi-Basuki, mengatakan optimismenya untuk menang satu putaran dalam Pilgub DKI Jakarta.

"Yang hadir di sini jangan pikir dua putaran, tapi satu putaran. Kalau melihat semangat yang seperti ini," ujar pria yang akrab disapa Jokowi tersebut dalam temu relawan Jokowi-Basuki di bilangan Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (16/6/2012) malam.

Di depan ratusan pendukungnya yang hadir dalam gelaran temu relawan itu, Jokowi mengaku optimistis karena ia melihat semangat yang luar biasa dari barisan pendukungnya, yang tergabung dalam relawan Jokowi.

"Saya minggu lalu diundang di 147 titik, tetapi saya hanya bisa hadir di 16 titik, ini kan luar biasa," lanjut Jokowi disambut gemuruh tepuk tangan pendukungnya yang hadir malam itu.
Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan hasil survey terakhir memperlihatkan jarak antara perolehan suaranya dengan posisi pertama sudah semakin kecil.

"Hasil survey terakhir itu sudah mepet (jaraknya), saya gak usah sebutin. Kalau nanti kita bergerak maksimal, saya yakin mudah-mudahan survey ke depan sudah bisa di atas," tukas Jokowi.
Calon Gubernur yang juga merupakan walikota Solo ini juga mengatakan, relawan-relawannya berbeda dengan pendukung calon lain. Karena pergerakan relawannya murni berangkat dari ide dan gagasan, bukan dari berapa uang yang diterima.

"Masa lima tahun hanya dihargai 50-100 ribu. Sangat kasihan kota ini dan masyarakat ini kalau benar seperti itu, sangat merendahkan diri kita," tandas Jokowi.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM