SEMARANG, KOMPAS.com - Diduga menjadi korban gendam dalam bus angkutan kota, Bustani Arifin (45) warga Segaran, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Semarang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Hal ini dialami Bustani saat melakukan perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju rumahnya, usai pulang dari Kalimantan.
Bustani pulang ke Semarang karena ada keperluan mendadak, dan mendapatkan cuti selama empat hari dari kantornya. Ia bersama 18 temannya pulang naik kapal. Namun, hanya Bustani yang ke Semarang. Rekan-rekan lainnya menuju Kudus dan Solo. Ia kemudian naik bus warna kuning menuju arah Tugumuda yang kebetulan terbilang penuh. Kendati demikian, ia tetap mendapatkan tempat duduk.
Sampai di kawasan Jalan Pemuda, ia mengaku, pundaknya ditepuk oleh seseorang. "Selama perjalanan saya tidak tahu apa yang terjadi, dan saya baru tersadar setelah ada perempuan bilang tas saya dibawa turun oleh seorang laki-laki," ujarnya ketika melaporkan kejadian tersebut di Polrestabes Semarang, Selasa (17/4/2012).
Ketika akan dikejar sambil berteriak ternyata lelaki itu sudah tidak terlihat. Tas beserta isinya berupa laptop merk Toshiba, pakaian, amplop putih berisi cek senilai Rp15 juta serta uang tunai Rp25 juta raib dibawa pergi. Beruntung, ia masih sempat memblokir rekening di bank sebelum cek sempat dicairkan. "Sepertinya saya dihipnotis sampai tidak sadar. Padahal tas itu di pangkuan saya. Tidak tahu bagaimana sudah berpindah tangan," sesalnya.
Ia mengatakan, barang-barang di tas tersebut merupakan hasil jerih payah selama merantau di Kalimantan. Ia pun harus mengurungkan niatnya memberikan kejutan bagi keluarga di rumah akibat kejadian ini. "Sebenarnya ingin naik pesawat tapi kehabisan tiket. Terus naik kapal malah ada kejadian ini,"ceritanya.
Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan pihak Polrestabes Semarang.








0 comments:
Post a Comment