New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ahad (27/5) waktu AS, mengutuk pemerintah Suriah untuk pembantaian Houla yang menewaskan sedikitnya 108 orang.
Kutukan itu disebutkan dalam satu pernyataan Dewan Keamanan yang disetujui oleh 15 negara anggota PBB. Bahkan sekutu Suriah, Rusia kembali menuntut agar Presiden Bashar al-Assad menarik senjata berat dari kota-kota Suriah.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa semua kekerasan dalam segala bentuknya oleh semua pihak harus dihentikan. Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan harus bertanggung jawab," kata pernyataan itu.
Menurut para pejabat PBB, pengamat PBB di Suriah melihat sedikitnya 108 mayat di Houla termasuk 49 anak-anak dan setidaknya tujuh perempuan. Serangan itu melibatkan serangkaian artileri militer pemerintah dan penembakan-penembakan tank terhadap lingkungan perumahan.
Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant mengatakan, pernyataan Dewan Keamanan itu penting, namun tidak cukup.
"Selama dua hari berikutnya, Dewan Keamanan akan bertemu lagi untuk membahas secara lebih rinci apa langkah-langkah yang perlu diambil," kata Lyall Grant kepada wartawan.
Utusan khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan akan melaporkan kepada Dewan Keamanan mengenai krisis Suriah pada pertemuan baru, Rabu (30/5).
Sumber : Metrotvnews.com








0 comments:
Post a Comment