Your Ad Here

5 Kemampuan Hebat Bayi

Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi.

5 Layanan Berbagi Foto

Jakarta - Layanan-layanan berbagi foto jumlahnya sangat banyak. Tentunya hal ini membuat para pecinta foto makin dimanjakan.

Pak Polisi Pembalap

Jakarta - Sebagai aparat kepolisian Bripda Eko Yulianto (23) tak berhenti memodifikasi mobil

Itali Bungkam Kritik di EURO

Krakow - Italia datang ke Piala Eropa 2012 dengan modal yang tak begitu bagus setelah menelan kekalahan di laga ujicoba.

Wayang Suket Diburu Kolektor Asing

Jakarta - Produk kerajinan Wayang Suket atau Wayang Rumput asal Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, banyak diburu

Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Thursday, March 28, 2019

Wika Bangung Rumah di Aljazair Dengan 1.343 Pekerja Indonesia


Berita Hari Ini - PT Wijaya Karya (Persero) berencana membangun rumah subsidi sebanyak 3.950 unit di Aljazair masing-masing sebanyak 1.700 unit di Algier dan 2.250 unit di Blida. Pembangunan ribuan rumah tersebut rencananya akan dimulai pada tahun ini.

Direktur Eksekutif Eximbank Indonesia Sinthya Roesly mengatakan, pengerjaan proyek tersebut membawa banyak manfaat bagi Indonesia. Selain mempertipis defisit neraca perdagangan dengan negara itu, proyek ini juga menyerap 1.343 pekerja asal Indonesia.

"Proyek pembangunan rumah bersubsidi (Iogement) di Aljazair yang dilaksanakan oleh WIKA secara langsung maupun tidak Iangsung memberikan multiplier effect bagi negara dan masyarakat Indonesia, yang diantaranya adalah mendorong strategi peningkatan ekspor ke negara non tradisional serta membuka lapangan dan kesempatan kerja langsung bagi 1.343 tenaga kerja Indonesia," ujar Sinthya di Kantornya, Jakarta, Rabu (27/3).

Manfaat lainnya, berupa peningkatan nilai ekspor serta daya saing produk dan jasa Indonesia khususnya jasa konstruksi di pasar internasional, penetrasi pasar ke kawasan Afrika, serta meningkatkan nilai perdagangan bilateral Indonesia.

"Diharapkan bentuk dukungan dari pemerintah serta sinergi antar BUMN dan Lembaga terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga bersifat berkelanjutan dan dapat menumbuhkan manfaat sosial ekonomi yang Iebih banyak Iagi," jelasnya.

Dalam pengerjaan proyek pembangunan rumah subsidi ini, Wika mendapat kucuran dana dari Eximbank sebesar Rp 187,7 miliar. Pemberian dana itu dilakukan melalui pembiayaan Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) dengan skema National Interest Account (NIA).

Sementara itu, Direktur Operasi III PT Wijaya Karya Tbk Destiawan Soewardjono mengatakan, dukungan LPEI dalam pembiayaan modal kerja ekspor merupakan bentuk kerja sama yang menunjukkan nilai strategis berupa dukungan pemerintah kepada sektor jasa konstruksi nasional dalam meningkatkan daya saing pada pembangunan proyek-proyek infrastruktur di luar negeri.

"Selain itu, merupakan langkah kongkrit untuk meningkatkan ekspor dan investasi ke negara non tradisional melalui pemanfaatan dana NIA, termasuk melalui pemanfaatan peluang bisnis turunan," jelasnya.

Sumber : Merdeka.com

Friday, June 8, 2012

Skandal judi bola Eropa 2009, terbesar dalam sejarah

Skandal judi bola Eropa 2009, terbesar dalam sejarah
Pada 2009 Eropa geger dengan pengungkapan sekitar 200 pertandingan sepakbola diusut karena diduga terlibat dalam skandal judi bola dan permainan skor.

Menurut perwakilan UEFA Peter Limacher dari 200 pertandingan, setidaknya tiga di antaranya ada di Liga Champion diatur dalam kegiatan judi itu. Dia juga mengatakan hal ini merupakan jumlah paling besar dalam sejarah kompetisi di Eropa. Pusat perjudian bola itu kebanyakan berada di Jerman, Inggris, Swiss, dan Austria.

Asosiasi Sepakbola Eropa, UEFA, lalu mengawasi beberapa liga di Jerman, Belgia, Swiss, Kroasia, Slovenia, Turki, Hungaria, Bosnia-Herzegovina, dan Austria.

Polisi dan penyelidik yakin perjudian itu melibatkan 200 organisasi kriminal dengan cara menyogok pemain, pelatih, wasit, dan pengurus asosiasi sepakbola buat mengatur permainan dan membuat taruhan hasil pertandingan itu.

Sejak itu, UEFA melakukan perubahan aturan dan menerapkan deteksi dini tentang indikasi perjudian dalam pertandingan. Hal itu bakal memudahkan para penyelidik mengusut kegiatan itu lebih cepat.

Sumber : merdeka.com

Korupsi negara Eropa meningkat

Korupsi negara Eropa meningkat
aLembaga anti korupsi Transparency International (TI) mengatakan korupsi di negara-negara Eropa meningkat dan menyebabkan krisis ekonomi yang tidak selesai.

Yunani, Italia, dan Spanyol tercatat sebagai negara paling korup di Eropa. Praktik ini ditemui hampir di semua sektor publik, bisnis, dan partai politik. "Korupsi itu masalah moral. Pelaku bisnis suap pejabat dengan dalih promosi. Ini jelas beda," kata anggota parlemen Uni Eropa Carl Haglund, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Jumat (8/6) kemarin.

Laporan TI menyebutkan, pemerintah berkontribusi pada skandal keuangan dan politik sepanjang tahun lalu hingga 2012."Korupsi memang bukan satu-satunya penyebab krisis keuangan Eropa tapi yang paling terasa di semua bidang. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum memburuk," Direktur Eksekutif TI Chandu Krishnan menegaskan.

selain korupsi, 19 dari 25 negara Eropa tidak memiliki aturan soal lobi politik dan seharusnya partai di Eropa memiliki catatan dana yang transparan. "Caranya dengan memberikan akses informasi sebanyak mungkin agar mental korupsi berkurang," Krishnan menegaskan.

Sumber : merdeka.com

Monday, June 4, 2012

4-6-1989: Tragedi Tiananmen

4-6-1989: Tragedi Tiananmen
Pada 23 tahun yang lalu, ratusan warga sipil di China tewas oleh tembakan tentara dalam suatu operasi pemberantasan berdarah atas aksi demonstrasi pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing. Aksi protes yang digalang aktivis mahasiswa berlangsung sejak 15 April 1989 dan baru berakhir pada 4 Juni 1989 setelah pemerintah mengambil langkah keras untuk mengatasinya.

Laman stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa konvoi tank pasukan China melaju ke jantung Ibukota Beijing di malam hari tanggal 3 Juni 1989. Selain itu, dari berbagai arah, pasukan pemerintah bergerak ke Tiananmen sambil menembaki para demonstran yang tak bersenjata.

Selama tujuh pekan sebelumnya, para pemrotes, yang sebagian besar adalah mahasiswa, menduduki Tiananmen. Mereka menolak bubar sebelum tuntutan terpenuhi, yaitu meminta pemerintah melakukan reformasi demokratik di China.

Aksi protes dimulai saat para mahasiswa menggelar acara perkabungan atas mantan pemimpin Partai Komunis, Hu Yaobang, yang wafat seminggu sebelumnya.
Kian hari, jumlah massa pemrotes terus bertambah. Mereka pun lantas mengungkapkan kemarahan atas wabah korupsi di tubuh birokrasi sekaligus menuntut reformasi dan demokratisasi.

Bagi pemerintah China, aksi mereka itu dianggap sebagai "kerusuhan sosial" sehingga harus ditindak tegas. Maka, pemerintah, mengerahkan tentara untuk membubarkan konsentrasi massa sekaligus menangkapi para aktivis dan mahasiswa yang berperan menyelenggarakkan demonstrasi.

Namun pemberantasan itu berjalan brutal sehingga menimbulkan banyak korban tewas. Sebagian masyarakat internasional, terutama dari negara-negara Barat, mengecam tindakan pemerintah China itu.

Sumber : VIVAnews

Sopir Bus China Tewas Sebagai Pahlawan

Sopir Bus China Tewas Sebagai Pahlawan
Pahlawan tak harus datang dari medan perang, memanggul senjata. Di belakang kemudi busnya, Wu Bin menunjukkan dedikasi dalam pekerjaan, melakukan tindakan nyaris tak masuk akal yang menyelamatkan 24 nyawa penumpangnya.

Siang itu Selasa 29 Mei 2012, waktu beranjak dari pukul 11.00 waktu setempat, Wu Bin mengemudikan busnya di jalan tol di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China yang lengang. Tiba-tiba, tanpa peringatan, sebuah benda besar berwarna hitam dengan cepat melayang ke arah jendela bus.

Benda, yang ternyata adalah potongan besi seberat 2,27 kilogram dengan ketebalan 12 inchi, diduga berasal dari truk yang melaju dari arah berlawanan. Besi itu memecah kaca bus, dan langsung menghantam bagian depan tubuh Wu Bin. Arah perut.

Tiga tulang iga Wu dan tangannya patah seketika. Rasa sakit tak tertahankan tergambar jelas dari wajah Wu yang terekam dalam kamera pengawas dalam bus.

Meski demikian, Wu masih memikirkan nasib 24 orang yang ada dalam busnya -- yang tak menyadari sang sopir sedang berjuang bertahan hidup untuk menyelamatkan mereka. Setenang mungkin, Wu sempat menginjak rem, memindahkan gigi, dan memberitahu penumpangnya agar tetap tenang dan tidak berkeliaran di jalan tol.

Penumpang yang sempat mendengar suara, "Brak" mengira itu akibat kecelakaan yang dialami mobil lain. "Bus kami menepi pelan-pelan sebelum sopir yang terlihat pucat dan bersimbah keringat menghadap ke arah kami. Dia lalu membuka pintu, berpesan pada kami untuk berhati-hati, dan tetap tenang," kata Han Weichun, penumpang yang duduk di kursi belakang.

Para penumpang yang melihat Wu luka parah lalu mendudukkannya dan menelepon polisi. Meski dibawa dari lokasi kecelakaan dalam keadaan hidup, pria 48 tahun itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit empat hari kemudian. Lukanya terlalu parah untuk diobati.

Dokter yang merawatnya, Zheng Fang mengaku kagum sekaligus terkejut, Wu mampu bertindak menyelamatkan nyawa penumpangnya, mengingat kondisinya yang parah. "Hatinya rusak parah, tiga tulang iganya patah," kata dia. "Dalam kondisi itu, mestinya ia sangat kesakitan. Aku sangat kagum, ia mampu melakukannya."

Sementara istri yang telah ia nikahi selama 18 tahun tak pernah mengira kecelakaan itu akan merenggut nyawa Wu. Kata-kata terakhir yang diucapkan Wu pada orang yang dicintainya itu sangat sederhana: "selamat tinggal".

Kisah heroik Wu Bin membuat warga di kampung halamannya di Hangzhou menganggapnya pahlawan, tokoh panutan. Menurut kakak Wu, Wu Bing, apa yang dilakukan adiknya telah membuat keluarganya bangga.

Ditambah lagi, menurut Perusahaan Transportasi Penumpang Jarak Jauh Hangzhou yang memperkerjakannya, Wu adalah karyawan teladan yang berhasil menyetir sejauh lebih dari 998 ribu kilometer tanpa ada keluhan penumpang apalagi kecelakaan sejak tahun 2003.

Sumber : VIVAnews

Pesawat Berpenumpang 162 Orang Menabrak Gedung

Pesawat Berpenumpang 162 Orang Menabrak Gedung
LAGOS - Sebuah pesawat penumpang menabrak sebuah gedung, di Lagos, Nigeria, Minggu (3/6/2012) dini hari waktu Indonesia.

Saksi mengatakan kepada Reuters, mereka melihat pesawat Dana Air menyerang bangunan berlantai dua dan terbakar.

Diberitakan BBC, sedikitnya 162 orang diduga berada di dalam pesawat nahas tersebut. Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Nigeria mengatakan, semua penumpang diduga meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi tak jauh dari luar bandara setempat, saat cuaca mendung. Informasi yang beredar masih simpang siur, apakah pesawat itu tiba di Lagos dari ibu kota Nigeria, Abuja, atau meninggalkan Lagos menuju Abuja ketika kecelakaan terjadi.

Nigeria, seperti kebanyakan negara Afrika lainnya, memiliki catatan keselamatan udara yang buruk, meskipun beberapa upaya telah dilakukan untuk memperbaikinya, karena serentetan bencana penerbangan pada 2005 silam.

Sumber : yahoo.com

Pengawal BBC Akui Bakar Mayat Bayi di Aceh

Pengawal BBC Akui Bakar Mayat Bayi di Aceh
London - Mantan pengawal BBC, Craig Summers, 52 tahun, mengaku telah membakar mayat bayi laki-laki berusia 1-2 bulan di tengah tumpukan sampah tak jauh dari rumah yang disewa kru BBC selama meliput pasca-gempa dan tsunami di Aceh.

Summers mengungkapkan pembakaran mayat bayi itu dalam buku terbarunya bertajuk Bodyguard: My Life On the Frontline.

»Saat itu kami merasa itu hal termudah dan paling manusiawi yang dilakukan. Ada seperempat juta orang tewas di sana dan mayoritas tergeletak di dalam galian tanah yang terbuka,” kata Summers kepada The Mail Ahad 3 Juni 2012.

Hanya satu alasan, kata mantan komandan pasukan Inggris di Falkland dan Balkan itu, yakni mencegah kru BBC terkena penyakit.

Munculnya tulisan tentang pembakaran mayat bayi dalam buku Summers membuat BBC tak nyaman. Kepala pemberitaan BCC, Fran Unsworth, serta kepala keamanan yang juga bekas perwira angkatan bersenjata Inggris, Paul Greeves, dikabarkan berupaya merayu Summers untuk tidak menerbitkan buku biografinya itu.

Summers menuturkan, peristiwa tersebut berawal saat ia bangun saat subuh pada 7 Januari 2005. Ketika pintu dibuka, ia kaget melihat mayat seorang bayi laki-laki diletakkan di tangga pintu masuk.

Bukannya melaporkan peristiwa itu ke aparat setempat, Summers memilih meletakkan bayi itu ke tempat sampah. Kemudian ia berbalik untuk membawa kotak dari kayu dan membakar bayi itu.

Ada dua orang yang menyaksikan aksi Summers tersebut, yakni perawat asal Australia yang disapa Bob yang rumahnya bersebelahan dengan rumah kru BBC serta produser BBC, Peter Leng. Namun jurnalis BBC, Ben Brown, tidak diketahui secara pasti apakah menyaksikan hal itu.

»Saya bangga terhadap diri saya dengan pekerjaan saya,” kata Summers, yang sekarang menjabat kepala keamanan Sky TV, dalam bukunya.

Leng dan Brown menolak mengomentari buku Summers. »Tidak ada yang kami sampaikan. Kami tidak membahas pembicaraan pribadi. Namun para menajer terkadang berbicara dengan staf, atau mantan staf, yang menulis buku tentang BBC, khususnya jika di sana ada isu hukum atau keamanan,” kata juru bicara BBC.

Sumber : yahoo.com

Sunday, June 3, 2012

Pesawat Jatuh di Nigeria, 147 Orang Tewas

Pesawat Jatuh di Nigeria, 147 Orang Tewas
Abuja: Pesawat penumpang swasta Dana Air jatuh menimpa satu bangunan dua lantai di Kota Lagos, Nigeria, Ahad (3/6). Sedikitnya 147 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kepada Reuters, seorang pejabat Badan Penanganan Darurat Nigeria (NEMA) mengatakan, pesawat itu sedang dalam penerbangan dari Abuja, ibu kota Nigeria, ketika jatuh menghantam bangunan di kawasan penduduk miskin tersebut.

Sejumlah saksi mengatakan, mereka melihat pesawat itu menghantam sebuah bangunan, yang lantas meledak dan mengeluarkan kobaran api.

Ribuan orang memadati lokasi sekitar puing-puing pesawat yang mengepulkan asap hitam di daerah pinggiran Agege, Lagos. Beberapa orang tertegun, sementara yang lain mengambil gambar dengan ponsel berkamera.

Para pejabat Dana Air dan pihak berwenang penerbangan sipil Nigeria belum memberikan pernyataan mengenai kecelakaan itu atau korban meninggal.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengumumkan masa berkabung nasional tiga hari setelah kecelakaan pesawat itu. "Masa berkabung nasional tiga hari bagi mereka semua yang meninggal dalam kecelakaan pesawat Dana Air di Lagos hari ini," kata pejabat istana kepresidenan dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Jonathan, telah membatalkan seluruh acara pemerintah yang dijadwalkan berlangsung besok. Ia memerintahkan pengibaran bendera Nigeria setengah tiang selama masa berkabung tiga hari," kata pernyataan itu.

"Presiden juga telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan tersebut," tambahnya.

Sumber : Metrotvnews.com

Friday, June 1, 2012

Suu Kyi Mendapat Sambutan di Pidato Pertama

Suu Kyi Mendapat Sambutan di Pidato Pertama
BANGKOK--Tokoh utama partai Partai Liga Demokrasi Nasional Aung San Suu Kyi mendapat standing ovation dalam pidato pertamanya di forum Ekonomi Dunia di Bangkok, Thailand. Pidato Suu Kyi berlangsung sekitar 10 menit. Ia berharap dunia internasional bisa membantu Myanmar mengejar ketertinggalan dari negara lain. Ia juga meminta bantuan proses reformasi.

Ia menyatakan dunia berhati-hati dalam pendekatan ke Myanmar. Sentimen juga disampaikan dalam forum itu. Pidato lulusan Universitas Oxford disiarkan langsung di sejumlah negara.

Mengenakan sutra biru pucat dengan seuntai bunga putih di rambutnya, Suu Kyi mengatakan kebutuhan Myanmar yang terpenting adalah pendidikan dasar dan pelatihan kejuruan. Hal ini untuk mendorong reformasi politik dan lapangan kerja. "Saya khawatir tentang merebaknya penggangguran di kaum muda sebagai bom waktu," katanya.

Mengantisipasi bantuan dan investasi besar untuk mengembangkan infrastruktur Myanmar, Suu Kyi mengatakan ia berharap perusahaan asing berinvestasi dengan hati-hati dan transparan. Sehingga aliran uang bisa benar-benar untuk kesejahteraan rakyat."Kami tidak ingin investasi lebih banyak untuk dikorupsi," katanya.

Perekonomian Myanmar masih jalan di tempat, setelah runtuhnya setengah abad kekuasaan militer dan tahun sanksi-sanksi Barat yang keras. Hal inimenimbulkan pengangguran besar dan memaksa jutaan orang mencari pekerjaan di luar negeri.

Sejak pemilu tahun lalu, Myanmar Presiden Thein Sein telah mengejutkan sebagian besar dunia dengan rekayasa reformasi. Tapi Suu Kyi mencatat bahwa negara ini hanya dalam tahap sangat awal dalam membangun demokrasi dan masih belum memiliki aturan hukum dan peradilan yang independen.

"Hari-hari ini Aku datang di seluruh apa yang saya sebut optimisme sembrono," katanya.

Ia sempat bercerita soal pengalamannya menikmati penerbangan internasional pertamanya setelah beberapa dasawarsa. "Kapten itu begitu baik dang mengundang saya untuk duduk di kokpit," katanya tersenyum. Ia mengagumi panel kontrol berteknologi tinggi di pesawat.

Sumber : TEMPO.CO

Thursday, May 31, 2012

Kisah Nopol 'WWW1' di Malaysia yang Bernilai Rp 1,5 M

Kisah Nopol 'WWW1' di Malaysia yang Bernilai Rp 1,5 M
Kuala Lumpur - Cerita soal nomor polisi kendaraan juga ada di Malaysia. Baru-baru ini, muncul rekor tertinggi untuk pembelian nomor kendaraan untuk 'WWW1' dengan harga US$ 165,600 atau setara dengan hampir Rp 1,5 miliar. Wow!

Diberitakan Washington Post (1/6/2012), para pengusaha dan kalangan pemerintah berebut pelat nomor tersebut karena memang populer di negeri jiran, terutama setelah munculnya internet dan fasilitas World Wide Web.

Sedikitnya ada 18,000 orang yang mendaftar proses lelang online tersebut. Departemen Perhubungan Malaysia kemudian memastikan pelat itu terjual ke Sultan Ibrahim Ismail seharga US$ 165,600 atau setara dengan Rp 1,5 miliar.

Ibrahim adalah seorang raja di Johor Malaysia. Dia memang dikenal sebagai seorang penggila otomotif.

Rekor sebelumnya, Departemen Perhubungan Malaysia pernah menjual pelat dengan nomor 'MCA1', pada tahun 2010 dengan nilai US$ 95,600. MCA adalah singkatan untuk partai politik nasional pemenang pemilu di Malaysia, yakni Malaysia Chinese Association.

Sumber : detik.com

Wednesday, May 30, 2012

Citra Indonesia Dipertaruhkan

Citra Indonesia Dipertaruhkan
JAKARTA - Sepekan terakhir, citra Indonesia dipertaruhkan di luar negeri setelah media terkemuka dunia menyorot berbagai perkembangan peristiwa di dalam negeri.

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Rabu (30/5), Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menjawab berbagai pertanyaan seputar dampak sorotan sejumlah negara dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan Hak Asasi Manusia PBB, pemberian grasi kepada terpidana kasus narkoba Schapelle Corby, sampai pembatalan konser Lady Gaga.

Marty memastikan pemerintah akan tetap terus bekerja menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait isu penegakan hak asasi manusia (HAM).

Marty menepis anggapan selama ini, Pemerintah RI berupaya menutup-nutupi berbagai kasus HAM di dalam negeri.

”Secara gamblang kami selalu menyampaikan semua persoalan yang tengah dihadapi. Namun tolong diingat, Indonesia ini kan sangat kompleks sehingga jangan satu-dua persoalan dianggap atau dipakai untuk mendefinisikan dan mendeskripsikan keseluruhan Indonesia,” ujar Marty.

Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi grasi kepada Corby, misalnya, ditangkap di Australia sebagai sinyal lemahnya sistem hukum Indonesia. Pemberian grasi itu memberi harapan para terpidana mati kasus narkoba yang terlibat dalam jaringan Bali Nine juga akan diampuni oleh Presiden.

Julian McMahon, anggota tim pengacara dua terpidana mati itu, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, mengatakan, pemberian grasi kepada Corby menunjukkan ”fleksibilitas sistem (hukum) Indonesia”.

”Keputusan itu sangat membantu. Hubungan bilateral kedua negara terus membaik selama beberapa tahun terakhir, dan ini sangat penting bagi kami tim pengacara,” tutur Mahon seperti dikutip surat kabar Sydney Morning Herald, Kamis pekan lalu.

Tren intoleransi
Pembatalan konser Lady Gaga juga disorot berbagai media utama luar negeri, dan dianggap sebagai bukti intoleransi terhadap kelompok minoritas, seperti yang terungkap dalam sidang UPR Dewan HAM PBB.

”Kegagalan (konser) Lady Gaga adalah insiden terbaru yang menurut para pengamat menunjukkan peningkatan tren intoleransi beragama di Indonesia,” ungkap BBC, Selasa (29/5).

Dalam artikel opini di International Herald Tribune tanggal 22 Mei, aktivis HAM Benedict Rogers mencatat mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia masih moderat dan tak setuju dengan meningkatnya intoleransi. Namun, ada tiga faktor utama yang telah merusak kebebasan beragama di Indonesia, yakni sikap diam dan pasif kelompok mayoritas itu, pertumbuhan radikalisasi, dan kelemahan pemerintah di semua tingkat.

Majalah Time mengutip komentar penulis feminis asal Kanada, Irshad Manji, yang acara diskusi bukunya di Jakarta beberapa waktu lalu juga dibubarkan. ”Empat tahun lalu saya ke Indonesia dan menemukan negara yang toleran, terbuka, dan plural. Semua sudah berubah sekarang,” ungkap Manji, seperti dikutip Time, Senin (28/5).

Wall Street Journal mencatat, pelarangan konser Lady Gaga di Indonesia justru membuat popularitasnya melonjak. Pencarian dan pengunduhan lagu-lagu Lady Gaga dari Indonesia meningkat lima kali lipat.

Sumber : KOMPAS.com

Dokter Pakistan Dipenjara Bukan karena 'Bantu CIA'

Dokter Pakistan Dipenjara Bukan karena 'Bantu CIA'
ISLAMABAD - Dokter Pakistan Shakeel Afridi divonis penjara pekan lalu karena memiliki hubungan dengan kelompok militan terlarang dan bukan karena membantu Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) untuk melacak keberadaan Osama bin Laden, kata dokumen pengadilan.

Dalam surat putusan pengadilan yang diumumkan hari Rabu (30/05), disebutkan dr Afridi dinyatakan bersalah karena memberikan dukungan dan perawatan medis kepada para anggota kelompok militan Laskar-e-Islam.

Surat putusan menyebutkan ada bukti-bukti bahwa dr Afridi terlibat dengan badan-badan intelijen asing dan perkara itu harus ditangani oleh pengadilan lain.

Semula dilaporkan Shakeel Afridi divonis penjara karena berpura-pura menjalankan program vaksinasi untuk mengumpulkan informasi bagi CIA tentang keberadaan Osama bin Laden.

Perkembangan tak terduga

Dr Afridi dijatuhi hukuman penjara selama 33 tahun dalam sidang tertutup berdasarkan sistem kehakiman kesukuan Pakistan. Keluarganya menyatakan dakwaan pengkhianatan terhadap dr Afridi tidak memiliki landasan.

Wartawan BBC di Islamabad Orla Guerin mengatakan dokumen pengadilan yang baru saja diterbitkan merupakan perkembangan tak terduga dalam kasus ini.

Apapun alasan resmi vonis terhadap Shakeel Afridi, lapor Guerin, banyak kalangan di Pakistan yakin bahwa dokter tersebut dipenjara karena membantu melacak keberadaan Osama bin Laden.

Muncul spekulasi bahwa penerbitan putusan pengadilan dilakukan di bawah tekanan dari Washington. Jumlat lalu, panel Senat Amerika Serikat memotong bantuan sebesar 33 juta dollar AS kepada Pakistan sebagai reaksi atas pemenjaraan dr Afridi, 1 juta dollar per setiap tahun hukuman penjara.

Menurut para pejabat Amerika, dr Afridi memainkan peran penting dalam melacak pemimpin Al Qaeda dan menyerukan keras agar dia dibebaskan.

Hingga kini belum belum jelas apakah DNA Osama bin Laden atau anggota keluarganya berhasil dikumpulkan, atau apakah dokter tersebut mengetahui identitas sasaran yang dituju.

Osama ditembak pasukan khusus Amerika di Abbottabad, Pakistan pada Mei 2011.

Sumber : KOMPAS.com

Monday, May 28, 2012

Perjuangan Wanita di Afganistan Demi Desanya

Perjuangan Wanita di Afganistan Demi Desanya
Mengingat sering sekali terjadi kasus kekerasan terhadap wanita di Afganistan, wanita yang menjadi pemimpin mungkin merupakan hal yang tidak biasa di negeri itu. Apalagi jika melihat sosok Zarifa Qazizadah, satu-satunya kepala desa wanita di negeri ini.

Sebagai kepala Desa Naw Abad yang berlokasi di Afganistan utara, Qazizadah terbilang sangat berdedikasi. Rasa keadilannya yang kuat, kepatuhannya terhadap peraturan dan tekadnya yang besar merupakan kelebihan wanita 50 tahun ini.

Kantor berita BBC, Minggu 27 Mei 2012 melaporkan, Qazizadah menunjukkan kepemimpinannya pada 2004, saat meminta pihak berwenang, yang sebagian besar adalah pria, untuk mengalirkan listrik ke Naw Abad. Dia ditertawakan.

Usahanya untuk menjadi anggota parlemen sempat terhalang karena kalah suara, namun desanya dapat dialiri listrik. Dua tahun kemudian ibu 15 anak ini diminta memimpin Desa Naw Abad.

Untuk mengalirkan pasokan listrik ke desanya, Qazizadah harus menempuh perjalanan menemui Menteri Energi Shaker Kargar di Kabul, bersama putrinya yang masih berusia empat tahun. Dia harus menjual sebagian perhiasannya untuk membiayai perjalanannya.

Permintaannya dikabulkan, namun perjuangannya belum berhenti. Qazizadah harus menggadaikan rumahnya demi mendapatkan modal untuk tiang listrik dan kabel. Listrik pun mengalir lima bulan kemudian.

Sekarang, wanita yang mulai tergerak mengabdi pada masyarakat saat pemerintahan Taliban ini, mengawal persediaan listrik desanya dengan cermat. "Saya tidak bisa membiarkan ada pencurian listrik karena hukum tetap harus dihormati," tegasnya.

Jika desa mengalami kejadian yang perlu penanganan cepat pada malam hari, Qazizadah langsung mengendarai sepeda motornya dan mengenakan pakaian pria dan kumis palsu. Penyamaran ini dilakukan supaya dia tidak terlalu menarik perhatian karena wanita yang mengendarai sepeda motor, apalagi di pinggiran Afganistan, masih sangat jarang.

Nenek 36 cucu ini juga dikenal sebagai penyelamat warga desanya saat menghalau mobil jip dengan menggunakan traktor. Seperti yang dikatakan seorang pendukungnya, Molavi Seyyed Mohammad, "Dia mampu melakukan hal-hal yang bahkan tidak dapat dilakukan pria."

Qazizadah juga berjasa mensponsori pembangunan masjid pertama Naw Abad, yang sengaja didesain supaya wanita dan pria bisa beribadah bersama di sana. "Sekarang para penduduk dapat beribadah di desa mereka sendiri, dan anak-anak tidak perlu pergi jauh-jauh untuk bisa mengaji," katanya.

Kini, selain sebagai kepala desa, Qazizadah juga mengepalai perkumpulan wanita di desanya. Dia pun menyemangati para wanita untuk mengikuti jejaknya.

"Saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, namun hari ini saya bisa bertemu dengan 1.000 orang. Saya bisa berdiskusi dengan orang-orang penting. Di negara Barat, wanita bisa jadi presiden. Mereka berani dan dapat meraih banyak hal," tuturnya dalam sebuah acara.

Sumber : VIVAnews

Penyebab Tidak Tuntasnya Konflik Papua

Penyebab Tidak Tuntasnya Konflik Papua
Konflik di Papua terus terjadi dengan masih berjatuhannya korban dari kalangan sipil dan militer. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bidang Papua, Adriana Elisabeth, mengungkapkan adanya empat isu utama mengapa konflik di Papua tidak kunjung usai.

"Ada empat isu utama, yaitu marjinalisasi dan diskriminasi, kegagalan pembangunan, kekerasan negara dan pelanggaran HAM, sejarah dan status politik. Itu semua potret umum, mau bicara apapun di Papua, empat itu pasti ada," kata Elisabeth yang ditemui di Jakarta, Senin 28 Mei 2012.

Sebelumnya LIPI pernah menerbitkan sebuah buku berjudul "Papua Roadmap: Negotiating the Past, Improving the Present and Securing the Future" pada 2008. Buku tersebut memuat resolusi Papua oleh LIPI berdasarkan penelitian selama tiga tahun.

Adriana mengatakan bahwa tahun ini, LIPI memfokuskan diri dalam mencari solusi pembangunan di provinsi paling timur Indonesia tersebut. Menurutnya, program kesejahteraan masyarakat di Papua belum merata. Program pemerintah yang sudah ada dan memakan banyak dana belum berhasil menyejahterakan rakyat Papua secara keseluruhan.

Menurutnya, ketidakberhasilan program pemerintah di wilayah tersebut karena Papua dan Jakarta tidak merasa satu jalan, ada rasa keterasingan. Warga merasa Jakarta hanya memindahkan pembangunan ke Papua, tapi bukan untuk rakyat Papua.
"Akhirnya kesenjangan pembangunan masih terus terjadi. Memang tidak semua orang Papua tidak tertolong, tapi artinya pembangunan yang merata lebih baik ketimbang melihat pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata Adriana.

Konflik yang terjadi di Papua saat ini, kata Adriana, bukanlah konflik horizontal, melainkan mutlak konflik vertikal antara pemerintah dan masyarakat. Kekerasan yang muncul adalah bagian dari tidak terselesaikannya konflik kedua kubu.

"Penghentian kekerasan itu wajib. Jika tidak dihentikan, apapun yang terjadi, sekecil apapun isu di Papua akan berubah menjadi isu politik," jelasnya.

Solusi Para-para
Adriana mengatakan program pemerintah di Papua harus dibangun untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dari warga. Warga harus dilibatkan. Jika tidak, maka mereka tidak akan menganggap program itu untuk kesejahteraan mereka.

Untuk menyelesaikan kekerasan adalah melalui dialog. LIPI, ujarnya, mengusulkan sebuah dialog antara Jakarta dan Papua. Dialog ini bukanlah dialog isapan jempol tanpa solusi, melainkan membicarakan agenda spesifik, seperti ekonomi, politik atau kekerasan.

"Usul dialog itu terinspirasi dari Papua sendiri. Mereka punya budaya menyelesaikan masalah dengan dialog. Orang pesisir menyebutnya 'para-para' ajang untuk menceritakan apapun yang menjadi kegelisahan. Pola itu yang kita usulkan," kata Adriana.

Dialog Jakarta-Papua pernah digelar oleh Mantan Presiden BJ Habibie pada tahun 1999 bersama tim 100 Papua Barat. Namun, menurut Adriana, dialog tersebut tidak efektif karena lebih seperti pertemuan nasional ketimbang bertukar pikiran.

Sumber : VIVAnews

29-5-1953: Penakluk Pertama Gunung Everest

Penakluk Pertama Gunung Everest
Pada 59 tahun yang lalu, dua pendaki bernama Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay dari Nepal, berhasil menjadi penakluk pertama puncak gunung tertinggi di dunia, Everest. Menurut stasiun berita A&E Television, bahwa kedua pendaki langsung menancap empat bendera di puncak gunung setinggi 29.028 kaki dari atas permukaan laut.

Sejak dekade 1920-an, para pendaki berkali-kali berupaya menaklukan Everest. Namun, tidak ada yang sesukses Hillary dan Norgay. Mereka bergabung dalam suatu tim ekspedisi Inggris.

Stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa kedua penjelajah itu hanya bisa bertahan di puncak selama 15 menit karena tidak mau berisiko kekurangan oksigen. Apalagi, malam sebelumnya, mereka sempat bermalam di ketinggian 27.900 kaki.

Kabar penaklukan Gunung Everest baru disiarkan ke penjuru dunia pada 2 Juni 1953, yang bertepatan dengan tanggal pelantikan ratu baru Inggris, Elizabeth II. Setahun kemudian, Ratu Elizabeth II memberi gelar bangsawan kepada Hillary.

Sumber : VIVAnews

Markas Seorang Capres Mesir Dibakar Massa

Markas Seorang Capres Mesir Dibakar Massa
Markas kampanye salah satu calon presiden Mesir dibakar massa pada Senin, 28 Mei 2012. Mereka marah dan kecewa karena calon yang disebut sebagai antek diktator Hosni Mubarak ini dapat lolos pemilu presiden putaran pertama.

Mantan komandan angkatan udara sekaligus perdana menteri terakhir rezim Mubarak, Ahmed Shafiq, berhasil mendulang suara yang cukup untuk membawanya ke putaran berikutnya. Pada pemilu putaran kedua Juni mendatang, Shafiq akan menghadapi calon dari Ikhwanul Muslimin, Mohamed Mursi.

Massa menganggap pemilu tersebut dipenuhi kecurangan. Mereka marah, Shafiq yang menjadikan Mubarak sebagai tokoh acuan tinggal setahap lagi bersaing menduduki tampuk kepemimpinan. Menurut kantor berita Reuters, Ratusan massa demonstran mendobrak masuk markas kampanye Shafiq di pemukiman distrik Dokki, Kairo.

Di dalam, mereka melakukan pengrusakan dan membakar markas Shafiq. Ratusan ribu lembar flyer dan poster kampanye ikut dihancurkan. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ribuan massa lainnya turun ke jalan-jalan di seluruh Mesir. Kericuhan sempat terjadi di Lapangan Tahrir di Kairo, pusat revolusi tahun lalu, saat massa bentrok dengan kelompok tidak dikenal yang melempari mereka dengan batu. Menurut media lokal, kelompok tersebut adalah preman bayaran pemerintah militer.

Kericuhan ini pernah diprediksi sebelumnya oleh para pengamat jika Shafiq dan Mursi yang lolos ke putaran ke dua. Menurut mereka, keduanya memiliki aspek kuat yang memicu penentangan dari banyak warga.

Shafiq adalah orang pemerintahan Mubarak yang mengaku berhasil menghentikan revolusi selama 15 bulan yang dimulai tahun lalu. Sementara Mursi adalah tokoh Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan Islam yang dikhawatirkan banyak pihak, termasuk Barat, akan membawa Mesir ke sistem pemerintahan Islam fundamental.

Pemilu pekan lalu, Mursi mendapatkan 24,3 persen suara, disusul Shafiq dengan 23,3 persen. Jumlah pemilih yang datang hanya mencapai 46 persen. Sementara itu, tokoh yang dijagokan lainnya, yaitu mantan Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa, hanya mendapat 10,9 persen suara.

Sumber : VIVAnews

Utang Spanyol Masuki Level Berbahaya

Utang Spanyol Masuki Level Berbahaya
Bunga pinjaman obligasi berjangka 10 tahun yang dikeluarkan pemerintah Spanyol telah naik hingga mendekati 7 persen. Di saat yang sama, harga saham milik suatu bank utama di Spanyol, Bankia, anjlok setelah didera krisis utang. Ini merupakan tanda-tanda terkini krisis keuangan di Spanyol.

Menurut kantor berita Reuters, bunga obligasi pemerintah yang mendekati 7 persen sudah dianggap sebagai level berbahaya. Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menuding bahwa fenomena itu akibat kekhawatiran kalangan pasar mengenai masa depan euro.

Mata uang tunggal regional itu terancam ditinggal anggotanya, Yunani, yang tengah dilanda krisis utang. Keluarnya Yunani bisa menyebar ke sesama pengguna euro yang juga bermasalah, termasuk Spanyol.

Kendati demikian, Rajoy menampik spekulasi bagi pemerintah segera meminta bantuan dari luar negeri untuk membangkitkan sektor perbankan, yang dihantam krisis utang akibat ledakan bisnis properti.

"Ada kekhawatiran besar mengenai zona euro dan itu membuat premi risiko bagi sejumlah negara menjadi sangat itu. Itulah mengapa harus ada pesan yang jelas untuk disampaikan bahwa euro tidak akan mengalami kemunduran," kata Rajoy. "Tidak akan ada langkah penyelamatan regional untuk sistem perbankan Spanyol," kata Rajoy.

Dia belum mengungkapkan secara jelas bagaimana pemerintah akan merekapitalisasi perbankan. Namun, Rajoy mendukung pembentukan dana talangan darurat khusus zona euro, yang akan diberlakukan mulai Juli mendatang. Dana itu memungkinkan pemberian bantuan langsung bagi perbankan.

Sumber : VIVAnews

Warga Suriah Ungkap Pembantaian di Houla

Warga Suriah Ungkap Pembantaian di Houla
Sejumlah warga Suriah yang selamat dari pembantaian di Houla, dekat Kota Homs, mengungkap kengerian tragedi yang mereka hadapi. Mereka mengaku bersembunyi atau berpura-pura mati agar selamat dari kekejian itu, yang berlangsung Jumat 25 Mei 2012.

Insiden yang menewaskan banyak korban jiwa itu diduga karena bombardir artileri militer Suriah. Pasukan pemerintah tengah gencar memberantas kaum pemberontak, yang sejak tahun lalu menggalang kekuatan massa anti rezim Partai Baath pimpinan Presiden Bashar al Assad.
"Kami berada di dalam rumah saat mereka masuk, yaitu shabiha [anggota milisi] dan aparat keamanan. Mereka membawa senapan Kalashnikov dan senjata otomatis," ungkap seorang warga Houla bernama Rasha Abdul Razaq, seperti dikutip BBC pada 28 Mei 2012.

"Mereka membawa kami ke ruangan dan memukul ayah saya di kepala dan menodongkan senjata lalu menembak tepat di dagu," lanjut dia.

Ada sekitar 20 orang di dalam rumah Razaq waktu itu. Mereka terdiri dari kerabat dan teman-temannya. Namun, hanya empat dari mereka yang selamat, termaasuk Razaq.

Warga lainya yang juga selamat dari tragedi akhir pekan lalu mengaku harus bersembunyi di loteng saat orang-orang bersenjata membawa anggota keluaga dan menembak mereka.

"Saya membuka pintu, dan saya melihat mayat, saya tidak bisa mengenali keponakan saya. Itu tak terbayangkan. Saya memiliki tiga anak, saya kehilangan semuanya," kata warga yang tidak disebutkan namanya itu.

Saksi-saksi lain mengatakan saat ini mereka tengah berada dalam sebuah ketakutan. Mereka takut orang-orang bersenjata itu kembali ke rumah mereka.

Sebelumnya, Suriah menolak tuduhan telah membantai ratusan orang, termasuk wanita dan anak-anak di Houla, yang menjadi basis kelompok oposisi itu. Sedikitnya 108 orang, termasuk 34 anak-anak, dilaporkan tewas sementara 300 lainnya terluka dalam tragedi yang berlangsung 25 Mei lalu.
"Suriah dihantam tsunami kebohongan atas kejadian di Houla. Kami dengan tegas menolak tuduhan bahwa pasukan pemerintah bertanggung jawab atas pembantaian ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi, seperti diberitakan harian Telegraph Minggu 27 Mei 2012.

Sumber : VIVAnews

Sunday, May 27, 2012

DK PBB Kutuk Suriah Terkait Pembantaian Houla

DK PBB Kutuk Suriah Terkait Pembantaian Houla
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ahad (27/5) waktu AS, mengutuk pemerintah Suriah untuk pembantaian Houla yang menewaskan sedikitnya 108 orang.

Kutukan itu disebutkan dalam satu pernyataan Dewan Keamanan yang disetujui oleh 15 negara anggota PBB. Bahkan sekutu Suriah, Rusia kembali menuntut agar Presiden Bashar al-Assad menarik senjata berat dari kota-kota Suriah.

"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa semua kekerasan dalam segala bentuknya oleh semua pihak harus dihentikan. Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan harus bertanggung jawab," kata pernyataan itu.

Menurut para pejabat PBB, pengamat PBB di Suriah melihat sedikitnya 108 mayat di Houla termasuk 49 anak-anak dan setidaknya tujuh perempuan. Serangan itu melibatkan serangkaian artileri militer pemerintah dan penembakan-penembakan tank terhadap lingkungan perumahan.

Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant mengatakan, pernyataan Dewan Keamanan itu penting, namun tidak cukup.

"Selama dua hari berikutnya, Dewan Keamanan akan bertemu lagi untuk membahas secara lebih rinci apa langkah-langkah yang perlu diambil," kata Lyall Grant kepada wartawan.

Utusan khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan akan melaporkan kepada Dewan Keamanan mengenai krisis Suriah pada pertemuan baru, Rabu (30/5).

Sumber : Metrotvnews.com

Prajurit TNI Juara Dua Lomba Menembak UNIFIL

Prajurit TNI Juara Dua Lomba Menembak UNIFIL
Jakarta: Prestasi ditoreh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) di Lebanon. Mereka meraih juara kedua pada pertandingan menembak tingkat United Nations Interim Force in Lebanon, bertempat di lapangan tembak Sector East Ebel El Saqi, Lebanon Selatan, Ahad (27/5).

Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf. Suwandi, melalui surat elektronik (surel) yang diterima di Jakarta, Senin (28/5), mengemukakan lomba menembak diikuti 14 tim dari 10 kontingen negara yang tergabung dalam UNIFIL. Dua kelas dilombakan dalam kesempatan ini. Adalah tembak pistol dan tembak senapan.

Yang keluar sebagai juara, tim petembak dari kontingen India dengan nilai kumulatif 660. Juara kedua disabet kontingen Indonesia (Indobatt) dengan nilai 603. Sedangkan juara III milik kontingen Malaysia (Malcoy) dengan nilai kumulatif 564.

Medali bagi pemenang langsung diserahkan Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Julio Herrero Isla asal Spanyol. Untuk Indonesia, diterima Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf. Suharto Sudarsono.

Sepuluh negara yang mengikuti Inter Contingent Combat Shooting Championship 2012 ini adalah India (Indbatt/India Battalion), Spanyol, Chinbatt (China Battalion), French (Prancis), Irishbatt (Irlandia Battalion), Malbatt (Malaysia Battalion), Kontingen Indonesia (Indo FPC, Indo FHQSU, Indobatt, dan POM TNI).

Ikut pula Belubatt (Belgia Battalion), Malcoy (Malaysia Company), Nepbatt (Nepal Battalion), dan Rokbatt (Republic of Korea Battalion). Kegiatan ini merupakan sarana untuk silaturahmi dan menjalin hubungan yang baik sesama prajurit yang berasal dari seluruh dunia yang tergabung dalam UNIFIL sebagai "peacekeeper" di Lebanon Selatan ini.

Sumber : Metrotvnews.com