Panitia pemilihan Mesir mengumumkan 13 calon peserta pemilihan presiden yang akan bertarung pada bulan depan. Di antara para peserta, tercantum nama bekas perdana menteri era Mubarak, Ahmed Shafiq.
Nama Ahmed Shafiq sempat didiskualifikasikan oleh panitia. Namun, 24 jam sebelum keputusan diumumkan, Kamis, 26 April 2012, orang dekat Presiden Mesir terguling Husni Mubarak ini muncul kembali karena dianggap memenuhi syarat.
"Setelah mendengarkan pembelaan Shafiq, panitia memutuskan mencabut kembali keputusan terdahulu dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertarung pada pemilihan presiden bulan depan," ujar Farouk Soltan, ketua panitia pemilihan.
Shafiq didiskualifikasi, Selasa, 24 April 2012, setelah dewan militer menyetujui sebuah undang-undang baru yang tak memberikan hak politik kepada siapa saja yang pernah menjadi pembantu presiden, wakil presiden, atau perdana menteri pada masa kejatuhan Mubarak.
Panitia pemilihan juga mengacu pada keputusan hukum baru dari Mahkamah Agung Mesir, apakah keputusan dewan militer itu melanggar konstitusi atau tidak. "Ini bisa menjadi tantangan legiitimasi pemilihan presiden dan proses transisi secara keseluruhan," kata Omar Ashour dari Doha Brookings Centre kepada Al Jazeera.
Calon lain yang lolos adalah bekas Menteri Luar Negeri Amr Moussa, calon independen moderat Abdel Moneim Aboul Fotouh, dan Mohammed Mursi dari Ikhwanul Muslimin sekaligus Ketua Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP). Abol Fotouh mendapatkan dukungan penuh dari kelompok Salafi, yakni Partai al-Nour.
Dari 23 tiga calon yang memenuhi syarat, panitia pemilihan mencoret 10 nama. Di antaranya yang dicoret itu adalah Omar Suleiman, bekas wakil presiden dan kepala intelijen Mesir, Khairat al-Shater dari Ikhwanul Muslimin, dan Hazem Abu Ismail yang mewakili kelompok Salafi.
Dalam acara jumpa pers di Kairo, Kamis, 26 April 2012, Soltan mengatakan bahwa pencoretan ke 10 nama tersebut berdasarkan aturan main sebab pada formulir pendaftaran yang diterimanya mereka terindikasi melanggar hukum.
Mereka dianggap tidak memenuhi syarat meskipun telah mengumpulkan 30 ribu tanda tangan dukungan dari kelompok independen. Panitia menetapkan bahwa calon independen harus bisa menunjukkan 30 ribu tanda tangan dukungan sedikitnya dari warga di 15 hingga 18 provinsi di Mesir. Pemilihan Presiden Mesir akan digelar pada 23 dan 24 Mei, sedangkan putaran berikutnya dijadwalkan pada Juni.
Sumber : Tempo.co








0 comments:
Post a Comment