Your Ad Here

5 Kemampuan Hebat Bayi

Jakarta - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi.

5 Layanan Berbagi Foto

Jakarta - Layanan-layanan berbagi foto jumlahnya sangat banyak. Tentunya hal ini membuat para pecinta foto makin dimanjakan.

Pak Polisi Pembalap

Jakarta - Sebagai aparat kepolisian Bripda Eko Yulianto (23) tak berhenti memodifikasi mobil

Itali Bungkam Kritik di EURO

Krakow - Italia datang ke Piala Eropa 2012 dengan modal yang tak begitu bagus setelah menelan kekalahan di laga ujicoba.

Wayang Suket Diburu Kolektor Asing

Jakarta - Produk kerajinan Wayang Suket atau Wayang Rumput asal Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah, banyak diburu

Tuesday, May 1, 2012

Anggaran Reses DPR 2012 Rp963 Juta per Orang


Jakarta - Anggaran reses DPR tahun 2012 mencapai Rp539 miliar. Artinya, tiap anggota dewan mendapat dana Rp963 juta per tahun. Hal itu diutarakan Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparanasi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi lewat pernyataan tertulis, Selasa (1/5).

Menurut Uchok, hal ini diambil dari sumber Seknas FITRA diolah dari Keppres No. 26 Tahun 2010 dan Keppres 32 Tahun 2011 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun anggaran 2012. Menurut Uchok, pada 2011 anggaran reses Rp343 miliar. Artinya, tiap tahun seorang anggota DPR mendapat dana Rp611 juta.

Uchok juga memaparkan, anggaran reses sebesar Rp963 juta per orang terbagi menjadi beberapa pos. Anggaran penyerapan aspirasi masyarakat pada 2012 sebesar Rp57 miliar. Artinya, satu orang Dewan mendapat Rp102 juta. Sedangkan anggaran kunjungan kerja sesuai tata tertib tahun ini Rp102 miliar. Anggota Dewan mendapat jatah enam kali kunjungan dalam setahun.

"Jadinya, setiap anggota dewan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp182 juta per orang untuk enam kali kunjungan. Setiap satu kali kunjungan akan mendapat Rp30 juta per orang," kata Uchok.

Uchok juga menjelaskan, kunjungan kerja masa reses tahun anggaran 2012 sebesar Rp357 miliar. Setiap anggota dewan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 638 juta perorang untuk empat kali kunjungan dalam setahun, atau satu kali kunjungan akan mendapat Rp159 juta perorang.

Terkait kunjungan kerja perorangan an pada 2012, anggota dewan hanya satu kali melakukan kunjungan perorangan selama satu tahun. Dengan demikian, setiap anggota dewan mendapat anggaran sebesar Rp40 juta.

Bagi FITRA, kenaikan anggaran ini, sia-sia. Karena masa reses hanya diisi dengan acara seremonial yang membosankan rakyat. "Jadi, kegiatan reses DPR itu sama membosankan dengan pidato Presiden SBY, yang tidak membuat masyarakat terinpirasi oleh kegiatan tersebut," kata Uchok.

Sumber : Metrotvnews.com

Korsleting Tape Recorder Diduga Penyebab Bus Yanti Terbakar


Kepolisian Resor masih menyelidiki penyebab terbakarnya bus Yanti Group yang mengakibatkan 13 orang penumpangnya (bukan 14 seperti berita sebelumnya), meninggal dunia. Saat ini seluruh korban, baik luka maupun meninggal sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Payakumbuh, Sumatra Barat.

Kecelakaan tragis itu terjadi Selasa (1/5) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Ketika itu bus rute Bukittinggi - Pekanbaru, sedang melintas di kawasan Hulu Air, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Entah mengapa bus bernomor polisi BA 3653 L itu tiba-tiba terbakar.

Akibat kebakaran itu, 13 orang penumpang tewas, 8 lainnya luka-luka. Sedang 16 lainnya berhasil selamat dari kobaran api. Dari 13 orang korban tewas itu, antara lain tiga orang dewasa, lima orang ibu, satu bayi, dan tiga orang anak. Sementara korban luka kebanyakan akibat luka bakar di bagian wajah, tangan, dan punggung.

Korban tewas ini kebanyakan yang duduk di bagian belakang bus. Saat kebakaran terjadi, mereka tak bisa keluar karena pintu belakang bus susah dibuka terhalang barang-barang penumpang. Sejauh ini korban tewas belum bisa diidentifikasi karena kondisi badan yang hangus terbakar.

Sedangkan sopir dan kernet bus selamat dari kebakaran karena sebelum api melalap badan bus, mereka menyelamatkan diri. Kini kedua tersangka sudah ditahan di Polres Limapuluh Kota.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Hasil penyelidikan sementara api diduga berasal dari korsleting tape recorder bus. Sampai saat ini badan bus masih berada di lokasi. Itu membuat jalur Pekanbaru - Bukittinggi macet total.

Sumber : Metrotvnews.com

6 Tuntutan Buruh


Jakarta - Ribuan buruh dari tiga konfederasi besar berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (1/5). Mereka menuntut jaminan kesejahteraan, jaminan pensiun, revisi komponen kebutuhan hidup layak, menghapus sistem "outsourcing", memberi subsidi untuk buruh, dan menjadikan 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional.

"Kami menuntut pemerintah untuk menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat per Januari 2014, termasuk para guru bantu, honorer dan kontrak," kata kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Selain KSPI, unjuk rasa diikuti Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia. Mereka berjalan ke Istana Negara dilanjutkan ke Gelora Bung Karno. Di tempat itulah 125 ribu buruh akan membacakan enam tuntutan bernama Manifesto Buruh Indonesia.

"Untuk jaminan pensiun wajib, kami menetapkan batas bagi pemerintah untuk menerapkannya pada 1 Juli 2015," kata Said Iqbal. Sedangkan komponen kebutuhan hidup layak, kata Said, harus ditambah komponennya menjadi 86-122 dari 46. Komponen kebutuhan hidup layak itu diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005.

" Kami juga menuntut pemerintah untuk menghapus sistem kerja outsourcing yang bersifat eksploitatif," kata dia. Tuntutan kelima yang diajukan tiga konfederasi pekerja tersebut adalah subsidi untuk buruh dan keluarganya sebesar Rp14 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Kami meminta pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp14 triliun yang akan dimasukkan dalam APBN 2013, karena kami telah menyumbang untuk APBN sebesar Rp200 triliun," kata Said. Dana tersebut dialokasikan pemerintah untuk subsidi perumahan, pendidikan, kesehatan, dan subsidi transportasi.

"Kami ingin hidup lebih layak, dan kami juga ingin seperti para petani yang juga mendapatkan subsidi pupuk, dan lain-lain," tambah Said. "Jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan ini, maka kami terus berjuang dan berdemonstrasi," kata Said.

Sumber : Metrotvnews.com